Dikenal Sebagai Aktivis Galak dan 'Mencak-mencak', Viebeke Lengkong Bersyukur Pendapatnya Didengar

Viebeke dikenal sebagai aktivis galak namun ia bersyukur pendapatnya selalu didengar.

Dikenal Sebagai Aktivis Galak dan 'Mencak-mencak', Viebeke Lengkong Bersyukur Pendapatnya Didengar
Noviana Windri Rahmawati
Viebeke tengah berdiskusi tentang krisis air di Bali dengan Dr. Stroma, peneliti, dosen dan aktivis lingkungan asal Inggris di Bucu Cafe, Kerobokan, Badung, Bali, beberapa waktu lalu 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Perjuangan Viebeke Lengkong dalam memperjuangannya isu lingkungan dan sosial tak selalu berjalan mulus.

Viebeke Lengkong mengaku sering menghadapi kendala yakni komunikasi manusia.

Saat ia menyampaikan pendapatnya dalam diskusi, tak jarang pendapatnya ditolak dan tidak diterima.

Bahkan, Viebeke Lengkong dijuluki sebagai aktivis galak dan selalu mencak-mencak karena nada dan gaya bicara saat menyampaikan pendapat.

"Saya galak karena saya benar. Apalagi orang di pemerintahan sukar sekali menerima pendapat karena mereka merasa berkuasa," terangnya.

Viebeke Lengkong merasa gusar, marah, gundah, dan jengah pada pemerintah ataupun instansi yang mengundangnya jika pembahasan tentang isu lingkungan yang disampaikan hanya data angka yang menurutnya tidak pernah akurat.

"Contohnya pembahasan tentang krisis air di Bali. Pemerintah tidak pernah mengakui kalau Bali sedang krisis air. Sedangkan program seperti dam mereka buat karena menanggapi isu krisis air. Itu membuat saya jengah. Itu yang membuat kualitas masyarakat kita tidak naik-naik," tambahnya.

Lebih lanjut, pemerintah dirasa selalu menganggap remeh pendapat masyarakat yang membuatnya bernada tinggi saat menyampaikan pendapat.

"Saya bersyukur bahwa diberikan kesempatan untuk menjelajahi dunia. Saya diberkati dengan rasa penasaran tinggi dan selalu ingin tahu. Saya juga terenyuh ditokohkan di Kuta, Legian, dan Seminyak,"

"Saya selalu diberikan support, kalau ada apapun saya dijadikan garda terdepan. Meskipun saya seorang perempuan dan tak jarang ada intimidasi, tetapi pendapat saya selalu didengarkan," tambahnya.

Kisah Viebeke Lengkong Berhasil Jadi Perempuan Pembawa Perubahan di Bali

Selain lingkungan dan sosial bidang pendidikan, pada tahun 2019 ini ia akan memfokuskan diri memperjuangkan kaum disabilitas dengan bekerja sama dengan Yayasan Sari Hati, Ubud.

Di sela-sela menjadi seorang aktivis lingkungan dan sosial, Viebeke bersama kedua anaknya mengelola vila dan cafe di Kerobokan, Badung.

Dari tangannya,Viebeke dibantu dengan seorang asisten rumah tangganya membuat sendiri roti-roti yang dijual cafe miliknya, salah satunya di Bucu Cafe.

Mulai dari brownis, panini, english muffin, sourdough, white bread, brioche, cinamon roll, dan masih banyak lagi.

(TRIBUNEWSWIKI/Noviana)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved