Kisah Viebeke Lengkong Berhasil Jadi Perempuan Pembawa Perubahan di Bali

Viebeke Lengkong sebagai salah satu perempuan yang memperjuangkan isu-isu lingkungan dan sosial di Bali

Kisah Viebeke Lengkong Berhasil Jadi Perempuan Pembawa Perubahan di Bali
Noviana Windri Rahmawati
Viebeke Lengkong saat ditemui Tribunwiki Bali beberapa waktu lalu 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Berperan sebagai aktivis lingkungan dan sosial yang membawa perubahan tentunya tidaklah mudah.

Apalagi jika ia adalah seorang perempuan, stigma negatif yang diberikan kepada perempuan sebagai makhluk lemah atau pendapatnya yang selalu dikesampingkan.

Viebeke Lengkong, wanita paruh baya yang juga seorang aktivis lingkungan dan sosial di Bali yang membuktikan bahwa suara perempuan juga membawa perubahan.

Ia pernah mengenyam pendidikan di SD Timur, Malang, SMP PSKD Jakarta, SMA Farmasi Tunas Bangsa, Jakarta, Academy Lelang Of Eccomerse Inggris & Swisterland, dan menyelesaikan S2 nya di New York.

Viebeke, sapaan akrabnya mengaku tidak ada motivasi atau alasan khusus menjadi aktivis lingkungan dan sosial, Viebeke hanya mengaku dari kecil terbiasa ikut eyang dan ayahnya dalam kegiatan sosial.

Ia yang sempat tinggal di Surabaya pada usia 5 tahun, ia yang berasal dari keluarga berada tinggal di sebuah rumah mewah.

"Di belakang rumah saya waktu itu terdapat perumahan kumuh. Saya dengan baby sister sering bermain di rumah kumuh. Saya datangi anak-anak seusia saya di sana, saya berikan tebak-tebakan 1 tambah satu kepada mereka. Kemudian kalau menjawab benar saya berikan permen. Saat itu saya sudah berfikir kok bisa ya mereka hidup seperti itu, apa sebabnya dan lain sebagainya," ucapnya.

Lili (Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Denpasar)

Perbedaan kehidupan yang membuatnya lebih nyaman berkumpul dengan anak-anak pinggir dari pada anak-anak yang sama dari kalangannya.

Saat ia dewasa, pada tahun 1960-an, Viebeke ikut turun membantu warga yang terdampak wabah kelaparan akibat letusan Gunung Agung.

Selain itu, pada tahun 2003, ia melayani sebanyak 33 ribu anak di 180 desa untuk bantuan bidang pendidikan di Karangasem dan wilayah lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved