Desa Adat Penglipuran

Desa Adat Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.

Desa Adat Penglipuran
Noviana Windri Rahmawati
Suasana Desa Adat Penglipuran, Bangli, Jumat (12/4/2019) 

Tata ruang masing-masing pekarangan meliputi 3 zona sesuai dengan nilai kesuciannya.

Yakni Utama Mandala adalah bagian paling suci berupa sanggah.

Madya Mandala adalah bagian tempat kegiatan dan aktifitas keluarga sehari-hari.

Dan Nista Mandala adalah bagian belakang (teben) pekarangan.

Organisasi Sosial

Organisasi sosial masyarakat Desa Penglipuran terbagi menjadi dua yaitu Lembaga Desa Pakraman Penglipuran dan Lembaga Dinas Lingkungan Penglipuran.

Lembaga Desa Pakraman disusun dalam satu kepemimpinan yaitu Prajuru (Pengurus) Desa Adat Penglipuran.

Prajuru Desa Adat dibedakan menjadi dua bagian yakni Prajuru Desa Adat yang terdiri dari kelian adat, dua orang penyarikan dan seka-seka.

Dan Prajuru Ulu Apad terdiri atas dua belas orang yang disebut dengan Jero Kancan Roras meliputi dua Jero Bayan (Jero Bayan Mucukdan Jero Bayan Nyoman). 

Dua orang Jero Bahu (Jero Bahu Mucukdan Jero Bahu Nyoman), dua orang Jero Singgukan (Jero Singgukan Mucukdan Jero Singgukan Nyoman).

Dua orang Jero Cacar (Jero Cacar Mucukdan Jero Cacar Nyoman), dua orang Jero Balung(Jero BalungMucukdan Jero Balung Nyoman), dan dua orang Jero Pati(Jero Pati Mucukdan Jero Pati Nyoman).

Sedangkan Lembaga Dinas Lingkungan di Penglipuran terdiri dari Camat, Lurah, Bandesa Adat, Kepala Lingkungan, dan Jero Kubayan.

Macam-Macam Ritual Tradisional

Bandesa Adat Desa Penglipuran, I Wayan Supat tengah menerima kunjungan wisatawan asal Wonogiri, Sabtu (16/11/2019)
Bandesa Adat Desa Penglipuran, I Wayan Supat tengah menerima kunjungan wisatawan asal Wonogiri, Sabtu (16/11/2019) (Noviana Windri Rahmawati)

Desa Adat Penglipuran memiliki ritual-ritual tradisional dalam upacara-upacara keagamaan.

Pertama, ritual Nyaeb adalah upacara awal siklus bercocok tanam sebagai persembahan kepada Dewa Wisnu yang ditandai dengan membuka aliran air yang dilaksanakan di perbatasan Desa Penglipuran dengan Desa Kayang pada Sasih Sada.

Kedua, Mamungkah adalah upacara pada saat memulai mebajak lahan pertanian yang dipersembahkan kepada Ratu Sakti Kentel Bumi dengan persembahan dengan sarana hewan sapi.

Ketiga, Nangkluk Merana adalah upacara pegendalian hama dan untuk keselamatan manusia dan tumbuhan yang berhubungan dengan perubahan iklim.

Sarana dalam ritual ini berupa satu ekor sapi betina.

Keempat, Ngaturang Upeti adalah upacara persembahan hasil bumi berupa buah-buahan, sayuran atau dedaunan.

Ritual ini dilaksanakan setalah Nyepi pada Sasih Desta.

(TRIBUNNEWSWIKI/Noviana Windri Rahmawati)

SUMBER:

Wawancara dengan Petugas Informasi Desa Wisata Penglipuran, Ni Komang Neni Rusmini dan Bandesa Adat Penglipuran, I Wayan Supat pada Sabtu (16/11/2019)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved