Cerita Komang Neni Rusmini yang Sebut Pengunjung Desa Adat Penglipuran Tidak Hanya Sekali Datang

Ni Komang Neni Rusmini adalah penduduk asli Desa Adat Penglipuran yang juga berprofesi sebagai petugas informasi di Desa Adat Penglipuran.

Cerita Komang Neni Rusmini yang Sebut Pengunjung Desa Adat Penglipuran Tidak Hanya Sekali Datang
Noviana Windri Rahmawati
Ni Komang Neni Rusmini saat ditemui di Desa Adat Penglipuran, Bangli, Sabtu (16/11/2019) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, BALINeni Rusmini'>Ni Komang Neni Rusmini menjalankan rutinitasnya seperti biasa.

Siang itu, Sabtu (16/11/2019), Neni Rusmini melayani para wisatawan yang membutuhkan informasi ketika baru tiba di Desa Wisata Penglipuran.

Wanita kelahiran 22 Februari 1992 ini adalah seorang petugas informasi di Desa Wisata Penglipuran, Bangli.

Selain itu, ia juga seorang guru honorer di salah satu SMP di Bangli.

“Saya bekerja sebagai petugas informasi di sini. Selain itu, saya juga sebagai guru Bahasa Bali,” ujarnya.

Neni Rusmini adalah penduduk asli Desa Wisata Penglipuran.

Suami Nyoman Kelinyar, Wayan Kolem saat menunggu dan menawarkan wisatawan untuk berkunjung ke rumahnya, Desa Adat Penglipuran, bangli, Sabtu (16/11/2019)
Suami Nyoman Kelinyar, Wayan Kolem saat menunggu dan menawarkan wisatawan untuk berkunjung ke rumahnya, Desa Adat Penglipuran, bangli, Sabtu (16/11/2019) (Noviana Windri Rahmawati)

Ia mengaku tidak tahu persis bagaimana desanya menjadi desa wisata dan menjadi desa terbersih di dunia.

“Saya tidak tahu bagaimana awalnya, berdasarkan cerita, desa saya ini pada tahun 1992 sudah menjadi desa wisata. Dan saat itu saya baru lahir,” ungkapnya.

Neni Rusmini sendiri tinggal di rumah nomor 49 bersama kedua orangtuanya dan empat saudaranya.

Lahir dari keluarga yang tinggal di Desa Adat Penglipuran merupakan suatu kebahagiaan tersendiri baginya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved