Begini Pengelolaan Desa Adat Penglipuran hingga Mendapat Banyak Penghargaan

Desa Adat Penglipuran menjadi salah satu daya tarik utama untuk wisatawan di Bali.

Begini Pengelolaan Desa Adat Penglipuran hingga Mendapat Banyak Penghargaan
Noviana Windri Rahmawati
Tempat pembelian tiket masuk Desa Adat Penglipuran dengan harga Rp 15 ribu/orang, Sabtu (16/11/2019) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, BALI – Menawarkan lingkungan yang alami menjadi salah satu daya tarik utama Desa Adat Penglipuran untuk wisatawan.

Desa wisata yang berbasis masyarakat ini dikelola dengan memegang teguh prinsip ngayah.

Diantaranya yaitu wisatawan yang berkunjung ke Desa Adat Penglipuran juga bisa menginap di rumah penduduk yang dikerjakan dengan konsep kebersamaan.

“Kami di sini juga mengelola penginapan. Masyarakat ini memang kami harapkan setiap pekarangan memiliki sebuah atau beberapa kamar untuk kepentingan wisatawan yang ingin menginap di sini. Biasanya kan ada outbound. Caranya dengan konsep kebersamaan. Pemasarannya secara bersama-sama.” Jelas Bandesa Adat Penglipuran, I Wayan Supat, Sabtu (16/11/2019).

Desa Adat Penglipuran

Ketika tamu datang mengunjungi Desa Adat Pengipuran, maka yang menanganinya adalah sistem pengelolaan dan pengelola akan mengatur dimana tamu akan menginap.

“Hasil dari pengelolaan penginapan tersebut, 80 persen untuk pemilik. Sedangkan 20 persen masuk ke pengelola” tambahnya.

Rumah adat Desa Penglipuran, Bangli, Sabtu (16/11/2019)
Rumah adat Desa Penglipuran, Bangli, Sabtu (16/11/2019) (Noviana Windri Rahmawati)

Kemudian pengelola akan membagi 5 persen masuk ke kas desa dan yang 15 persen untuk biaya pengelolaan.

“Sehingga orang yang tidak punya maupun orang yang punya tetap memiliki tugas untuk memelihara keamanan dan ketertiban di sini. Kalau tidak adanya kas masuk ke desa, mungkin orang yang tidak punya apa gunanya memelihara. Jadi perlu kita atur agar tidak terjadi permasalahan,” ujarnya.

Selain itu, terkait peraturan perilaku masyarakat di desa tersebut juga diatur.

Salah satunya yaitu pada tahun 2014 kelompok ibu-ibu PKK dari 240 KK telah mempunyai kegiatan ‘Pemilahan Sampah Plastik dan Sampah Organik’.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved