Lasja F Susatyo Garap Film Dokumenter yang Diangkat dari Budaya Sumba

Lasja merilis sebuah film dokumenter yang mengupas tentang tradisi Sumba Timur, yakni The Woven Path: Perempuan Tanah Humba.

Lasja F Susatyo Garap Film Dokumenter yang Diangkat dari Budaya Sumba
Noviana Windri Rahmawati
pemutaran dan diskusi film The Woven Path: Perempuan Tana Humba karya Lasja F Susatyo di Rumah Sanur, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (20/7/2019) malam. 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Membuat film Itu bukan dari inspirasi, tapi sebuah aspirasi.

Kata seorang sutradara kenamaan Indonesia, Lasja F Susatyo.

Wanita yang pernah meraih piala Apresiasi Film Indonesia (AFI) tahun 2014 ini baru saja merilis sebuah film dokumenter yang mengupas tentang tradisi Sumba Timur, yakni The Woven Path: Perempuan Tanah Humba.

"Saya buat film dokumenter tentang tradisi Sumba ini memang menjadi sesuatu yang luar biasa buat saya. Saya lebih sensitif jika menganggat tokoh-tokoh perempuan di dalam sebuah film. Memang film ini saya incer dan kejar-kejar," ujarnya.

Lasja mengatakan setiap ia membuat film bukanlah berangkat dari inspirasi, melainkan dari aspirasi.

"Saya dari dulu konsern menangkat tentang perempuan. Masalah tentang perempuan di setiap daerah ada. Tetapi ini bisa jadi contoh perspektif yang besar. Dari film ini saya masih bisa menyaksikan bahwa tradisi masih dilakukan dan pergeseran tengah berlangsung," paparnya

Meski film dokumenternya ini mengangkat tentang budaya Sumba, Lasja mengaku membuat film tersebut bukanlah untuk kepentingan tourism.

"Saya buat film ini bukan karena tourisme. Film itu adalah perspektif. Seorang filmaker ketika ia taruh kamera dimana pu ya itu yang dia lihat. Saya membuat film itu secara jujur saja. Saya merespon informasi dan keadaan yang ada. Kalau keadaan itu super cantik, ya jadinya cantik," ungkapnya.

The Woven Path: Perempuan Tanah Humba sendiri rilis pada 10 Mei 2019 lalu, bercerita tentang tradisi dan budaya di Sumba dan dampaknya terhadap perempuan.

Film ini sendiri terbagi menjadi 3 babak yaitu Marapu, Belis, dan Perkawinan.

Terakhir, Lasja berpesan bagi anak muda yang ingin menjadi seorang filmaker agar terus mencari dan untuk terus mengasah sensitivitas.

(TRIBUNNEWSWIKI/Noviana Windri)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved