Doyan Kerja, Ayu Saraswati Menyesal Tak Punya Waktu Untuk Sang Buah Hati

Ayu Saraswati adalah seorang single mom yang merangkap menjadi seorang bapak. Sibuk dengan pekerjaan, membuatnya tak punya waktu untuk buah hati.

Instagram Ayu Saraswati
Momen Ayu Saraswati bersama sang buah hati, Kanha Sastya Saskara saat liburan di Sydney 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Ayu Saraswati adalah tipikal pekerja keras yang doyan kerja, namun juga ia seorang single mom yang merangkap menjadi seorang bapak.

Yang mau tidak mau membuatnya harus ekstra kerja keras demi menghidupi anaknya.

Menikah tahun 1999 silam, Ayu hanya mampu mempertahankan rumah tangganya selama 5 tahun.

"Saya sudah bercerai sejak anak saya masih bayi berusia 9 bulan. Saya memutuskan bercerai karena dulu sering mendapat penganiayaan," paparnya.

Di pergelangan tangan kanan Ayu bahkan masih terdapat bekas luka dari benda tajam akibat penganiayaan yang dilakukan oleh mantan suaminya.

Meski demikian, Ayu memilih tak melaporkan polisi karena mempertimbangkan mantan suaminya adalah ayah dari anak-anaknya.

Dari pernikahannya tersebut, Ayu dikaruniai dua orang anak bernama Dede Agus Tresna Adi Satiawan dan Kanha Sasthya Saskara.

Namun, hanya Sasthya Saskara yang ikut dengannya.

Cerita Dibalik Kesuksesan Ayu Saraswati, Jadi Buruh Hingga Jadi Penyanyi Pop Bali

Disibukkan dengan padatnya jadwal manggung dan pekerjaan lainnya, membuat ibu dari dua orang anak ini merasa sangat menyesal karena hampir tak pernah punya waktu untuk buah hatinya.

Setiap terima rapot dan kelulusan sekolah buah hatinya, Ayu hampir tidak pernah berada di sisi anaknya untuk mendampingi tour, mengambilkan rapor, dan menghadiri kelulusan.

"Momen penting saat anak saya TK, SD, SMP sama sekali tidak ada punya kenangan berupa foto dengannya. Saya yang malu. Saya sangat merasa bersalah dengan anak saya," cerita Ayu dengan mata yang berkaca-kaca.

Mengatasi rasa bersalahnya, pada tahun 2010 Ayu selalu membawa anaknya kemanapun ia mengisi acara.

"Ibu saya orangnya tidak pernah menyerah dalam kondisi apapun. Meski menderita sakit jantung, ia tak pernah mengeluh dan tetap bekerja. 

Kami dididik keras, tegas, dan disiplin.

Pesan beliau yang selalu saya pegang adalah 'Sebelum ibu meninggal, kalian harus sekolah tinggi. Dan ibu ingin melihat kalian memakai toga'," tutupnya.
 

(TRIBUNNEWSWIKI/NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved