Rawat Ratusan Kucing, Tuti Suprapti Akui Tak Pernah Ambil Keuntungan

Tuti Suprapti adalah penyelamat kucing terlantar di Bali. meski kini merawat ratusan ekor, ia tak mengambil keuntungan dari para kucing

Noviana Windri Rahmawati
Tuti Suprapti saat ditemui Tribun Bali kediamannya di Jalan By Pas Ngurah Rai No.26A, Denpasar, Bali, Minggu (8/11/2019) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, BALI – Melakukan penyelamatan kucing-terlantar' title=' kucing terlantar'> kucing terlantar sejak tahun 2012 lalu, kini Tuti Suprapti telah memiliki 104 ekor kucing yang ia rawat seorang diri.

Wujud kecintaannya terhadap kucing-terlantar' title=' kucing terlantar'> kucing terlantar, Tuti Suprapti membuat sebuah rumah khusus untuk kucing- kucingnya.

Rumah kucing tersebut terdapat 3 lantai dengan masing-masing ruangan memiliki luas 10 x 5 meter.

Ruangan pertama dan kedua, adalah ruangan untuk kucing- kucing yang telah disteril dan vaksin.

Kisah Tuti Suprapti, Ibu dari Kucing Terlantar, Sempat Ingin Buka Jasa Penitipan

Sedangkan ruangan ketiga, adalah ruangan untuk kucing- kucing yang belum disteril dan vaksin.

Sedangkan untuk kebutuhan makanan para kucing-terlantar' title=' kucing terlantar'> kucing terlantar, Tuti bisa mengabiskan 3 kilogram dalam sehari.

“Untuk makanan sehari saja bisa menghabiskan 3 kilogram. 7 Kilogram itungannya untuk 3 hari. Saya beri makanan yang harganya Rp 490 ribu/sak,” ceritanya.

Kucing terlantar yang Tuti temukan kini menjadi kucing gembul yang lucu, Minggu (8/12/2019)
Kucing-kucing terlantar yang dulu Tuti temukan dalam kondisi memprihatinkan kini menjadi kucing gembul yang lucu, Minggu (8/12/2019) (Noviana Windri Rahmawati)

Kucing- kucing-terlantar' title=' kucing terlantar'> kucing terlantar yang ia temukan tidak hanya kucing- kucing dalam keadaan sehat dan gembul seperti saat ini.

Tak jarang, ia membawa kucing- kucing-terlantar' title=' kucing terlantar'> kucing terlantar yang hampir sekarat dan dalam kondisi memprihatinkan.

Mulai dari kucing menderita scabies, kucing dengan sakit tumor, kucing dengan kaki pincang, dan masih banyak lagi.

Tuti bahkan rela menyisihkan kocek pribadinya untuk merawatnya.

“Untuk kucing yang sakit saya harus bawa dulu ke dokter. Biaya perawatan ada yang sampai Rp 1,5 juta,” ujarnya.

Meski demikian, Tuti mengaku tidak mengambil keuntungan dengan menjual atau membuka adopsi dari para kucing-terlantar' title=' kucing terlantar'> kucing terlantar yang dirawatnya.

“Tidak. Saya tidak menjual kucing- kucing ini. Nggak tega saya. Adopsi saja saya tidak berikan. Dari pada kepikiran mending saya rawat sendiri. Karena dulu pernah ngasih ke orang. Kucingnya sudah beranak, anaknya diambil, kucingnya kembalikan lagi ke saya. Keadaannya kurus gak terawat. Dari situ saya sudah kapok ngasih ke orang,” sambungnya.

Selain itu, Tuti tidak membuka donasi khusus untuk kucing- kucing-terlantar' title=' kucing terlantar'> kucing terlantar yang ia rawat.

Ia hanya merawat para kucing-terlantar' title=' kucing terlantar'> kucing terlantar dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan.

Tak jarang, Tuti juga diundang menjadi pembicara untuk mengedukasi anak-anak di sekolah tentang menumbuhkan kepedulian terhadap kucing dan lainnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di
KOMENTAR
65 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved