Masih Banyak Kucing Terlantar, Ini Pesan Tuti Suprapti Sang Penyelamat Kucing Terlantar

Melihat banyak kucing yang tak terurus dan masih banyak yang sengaja dibuang dan terlantar, Tuti berharap untuk memikirkan jangka panjang.

Masih Banyak Kucing Terlantar, Ini Pesan Tuti Suprapti Sang Penyelamat Kucing Terlantar
Noviana Windri Rahmawati
Tuti Suprapti dalam wawancara eksklusif di kediamannya bersama wartawan Tribun Bali Minggu (8/12/2019) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, BALI – Bagi para pecinta kucing, mereka pasti akan perlakukan kucing seperti anak sendiri.

Begitu pula bagi Tuti Suprapti, wanita penyelamat kucing terlantar di Denpasar, Bali.

Kecintaannya terhadap kucing patut diacungi jempol.

Ia yang awalnya berniat membuka penitipan kucing, malah mendedikasikan diri sebagai penyelamat kucing terlantar yang ia pungut di jalanan atau di pasar.

Di 3 ruangan khusus untuk kucing-kucingnya, Tuti biasa menghabiskan waktu bersama kucing peliharaannya.

“Awalnya hanya peliharan 2 kucing saja. Akhirnya terus bertambah hingga sekarang 104 ekor. Karena saya mengambil kucing terlantar sejak 2012,” ujarnya.

Tuti Suprapti saat ditemui Tribun Bali kediamannya di Jalan By Pas Ngurah Rai No.26A, Denpasar, Bali, Minggu (8/11/2019)
Tuti Suprapti saat ditemui Tribun Bali kediamannya di Jalan By Pas Ngurah Rai, Bali, Minggu (8/11/2019) (Noviana Windri Rahmawati)

Tuti menyebutkan jumlah tersebut adalah jumlah terkahir dari kucing yang ia rawat dan beberapa telah mati.

Tuti bercerita jika ada salah satu kucingnya mati, ia bisa menangisi hingga berhari-hari.

“Ya nangis. Karena saya kan tiap hari merawat. Apalagi kucing rescue yang saya rawat dari keadaan sakit sampai sehat. Itu yang bikin sedih. Kalau ada yang datang terus tanya tentang kucingnya ya nangis lagi,” ceritanya.

Meski memiliki 104 kucing di rumahnya, Tuti juga memberikan nama satu persatu kucingnya sesuai dengan karakter kucingnya.

Nama yang diberikan cukup unik, dari nama Bejo, Sompet, Apil, Bas hingga Tayo.

Melihat banyak kucing yang tak terurus dan masih banyak yang sengaja dibuang dan terlantar, Tuti berharap kepada masyarakat yang ingin memelihara kucing untuk memikirkan jangka panjang ketika merawat atau mengambil kucing.

Seeperti mempertimbangkan biaya perawatan hingga kebutuhan atau steril si kucing agar tidak beranak pinak.

“Untuk yang ingin memelihara kucing, pikiran terlebih dahulu sebelum memelihara. Atau steril kucing saja jika tidak mau beranak pinak. Dari pada dibuang kan kasihan,” harapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/NOVIANA WINDRI RAHMAWATI)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved