Denpasar Festival

Denpasar Festival sebagai salah satu ruang unggulan dalam hal pemanggungan kreativitas, sesungguhnya memosisikan kemakmuran, kecerdasan dan kebahagiaa

Denpasar Festival
Noviana Windri Rahmawati
Suasana Denfest 2019, Denpasar, Sabtu (28/12/2019) 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Denpasar Festival atau biasa disebut Denfest merupakan even akbar di penghujung tahun Kota Denpasar.

Denpasar Festival sebagai salah satu ruang unggulan dalam hal pemanggungan kreativitas, sesungguhnya memosisikan kemakmuran, kecerdasan dan kebahagiaan masyarakatnya sedari awal.

Denpasar Festival merespon perkembangan sebuah kota yang ulet merawat pusaka budaya, merangsang kekinian kreativitas dan mendorong inovasi masa depan setiap tahunnya.

Denpasar Festival selalu digelar pada akhir tahun yaitu pada tanggal 28-31 Desember 2019.

Ragam ekpresi seni budaya, baik yang bernuansa tradisional, modern maupun evant-garde ini, setidaknya dipilih dan dipersiapkan memenuhi 6 aspek yang meliputi: display (showcasing), menjual (selling), menginspirasi (inspiring), mentransformasi (transforming), menghibur (entertaining), dan mendidik (educating).

Sejarah

Gajah Mada Town Festival pada tahun 2008 lalu
Gajah Mada Town Festival pada tahun 2008 lalu (Istimewa/serdadoedapoer.blogspot.com)

Denpasar Festival (Denfest) pada awal mulanya bernama Gajah Mada Town Festival yang digelar pertama kali pada tahun 2008.

Yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Denpasar.

Gajah Mada Town Festival saat itu digelar dengan tujuan untuk menghidupkan nuansa heritage Jalan Gajah Mada, Denpasar sebagai pusat perekonomian.

Seiring berjalannya waktu, Gajah Mada Town Festival mendapat apresiasi dari masyarakat yang membuat pemerintah ingin mengembangkan ke arah yang lebih luas lagi dengan nuansa mencakup seluruh aktivitas masyarakat Kota Denpasar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved