Festival Air Suwat

Festival Air Suwat (FAS) adalah sebuah tradisi untuk mengangkat kesucian air yang membawa pengaruh positif bagi warga desa.

Instagram @festivalairsuwat
Siat Yeh (perang air) dimaknai untuk melawan energi buruk yang terjadi sebelumnya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Desa Adat Suwat adalah sebuah desa yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali.

Desa Adat Suwat memiliki tradisi unik warga setempat untuk menjaga tradisi budaya di tengah gempuran tren modernisasi yaitu Festival Air Suwat (FAS).

Festival Air Suwat (FAS) adalah sebuah tradisi untuk mengangkat kesucian air yang membawa pengaruh positif bagi warga desa.

Festival Air Suwat (FAS) digelar di penghujung tahun selama 3 hari yaitu pada tanggal 30, 31 Desember dan 1 Januari.

Puncak dari Festival Air Suwat (FAS) dilaksanakannya ritual Mendak Tirta dan Siat Yeh atau perang Air.

Sejarah

Prosesi mendak tirta, warga nunas tirta ke beji (sumber air bersih dan suci) yang berlokasi di alur sungai atau Tukad Melangge untuk persiapan siat yeh keesokan harinya, Selasa (31/12/2019)
Prosesi mendak tirta, warga nunas tirta ke beji (sumber air bersih dan suci) yang berlokasi di alur sungai atau Tukad Melangge untuk persiapan siat yeh keesokan harinya, Selasa (31/12/2019) (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Pada mulanya Festival Air Suwat (FAS) merupakan keinginan dari prajuru dan warga desa untuk membuat event tahunan di Desa Adat Suwat.

Pada tahun 2014 tercetuslah Festival Air Suwat (FAS) sebagai wadah kreativitas warga desa dan branding nama desa agar lebih dikenal.

Festival Air Suwat (FAS) kini menjadi tradisi untuk mengangkat kesucian air yang membawa pengaruh positif bagi warga desa.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved