Festival Air Suwat (FAS) Ke-5 Usung Tema ‘Bergembira Bersama Air’

Memasuki tahun ke-5, Festival Air Suwat (FAS) kali ini mengangkat tema ‘Bergembira Bersama Air’.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Permaian tradisional dalam serangkaian Festival Air Suwat (FAS), Selasa (31/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Festival Air Suwat (FAS) kembali digelar pada penghujung tahun 2019 ini.

Memasuki tahun ke-5, Festival Air Suwat (FAS) kali ini mengangkat tema ‘Bergembira Bersama Air’.

Ketua panitia, I Putu Darmendra mengatakan tema tersebut dimaknai sebagai bentuk ungkapan rasa bahagia karena dengan adanya air warga desa memiliki sebuah objek wisata yaitu Suwat Waterfall.

Air terjun tersebut telah launching sebagai objek wisata dan diresmikan oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra pada Oktober 2019 lalu.

“Setelah sekian tahun kami memikirkan apa yang bisa digali di desa. Dan kami menemukannya yaitu air terjun. Dengan swadaya kami membuka akses dan menata objek hingga akhirnya resmi launching oleh Bupati Gianyar beberapa bulan yang lalu. Kami sungguh bergembira karena dengan adanya air kami bisa punya objek wisata,” ungkapnya.

Festival Air Suwat

Lebih lanjut dikatakan, wisatawan yang datang ke Desa Suwat dan mengunjungi Suwat Waterfall pun menikmati dan bergembira dengan berenang, melompat dari batu, bermain rakit, dan berfoto yang juga memberikan kebahagiaan tersendiri untuk warga desa.

“Meski tahun berganti, tema juga berganti. Satu semangat kami yang tetap kami jaga adalah kebersihan dan keasrian lingkungan. Jadi apa pun temanya, bohong jika tangan kita engotori alam sekitar,” ujarnya.

Berbagai jenis kegiatan pun dihelat.

Prosesi mendak tirta, warga nunas tirta ke beji (sumber air bersih dan suci) yang berlokasi di alur sungai atau Tukad Melangge untuk persiapan siat yeh keesokan harinya, Selasa (31/12/2019)
Prosesi mendak tirta, warga nunas tirta ke beji (sumber air bersih dan suci) yang berlokasi di alur sungai atau Tukad Melangge untuk persiapan siat yeh keesokan harinya, Selasa (31/12/2019) (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Hari pertama pembukaan festival dilaksanakan Senin (30/12/2019), acara dimulai dengan trekking.

Prajuru, panitia, dan warga Desa Suwat, Gianyar menyisir alur jalan persawahan melewati terasering. 

Hari kedua, Selasa (31/12/2019) acara dilanjutkan dengan mendak tirta.

Di hari yang sama sekitar pukul 15.00 Wita, acara dilanjutkan dengan permainan tradisional di tengah sawah.

Denpasar Festival

Berbagai jenis permainan seru digelar mulai dari tarik tambang, menangkap bebek, mengusung kendi dan sebagainya. 

Hari ketiga, Rabu (1/1/2020) adalah acara puncak sekaligus penutup rangkaian festival.

Warga berkumpul di perempatan desa (catus pata).

Di tempat ini warga menggelar ritual siat yeh atau perang air.

“Siat yeh tujuannya untuk membasuh (melukat) meneguhkan diri menapaki hari baru, dan semangat baru, di tahun yang baru.  Satu sama lain saling siram tak hanya sebatas bermain. Namun maknanya saling mengingatkan agar kita menjadi pribadi yang selalu menyejukkan selayaknya sifat-sitat air. Acara ini juga dibuka untuk umum, siapa pun boleh ikut,” tutupnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Noviana Windri)

Ikuti kami di
KOMENTAR
101 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved