Filosofi Rumah Panggung Suku Melayu Loloan

Banyak bukti sejarah masuknya Islam di Jembrana, salah satunya adalah Rumah Panggung yang saat ini masih bisa ditemui di Kampung Loloan, Jembrana.

Filosofi Rumah Panggung Suku Melayu Loloan
Noviana Windri
Rumah panggung Suku Melayu Loloan, Jembrana 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI – Berdasarkan sejarah, Islam masuk ke Jembrana pada abad 16 atau pada tahun 1653 silam.

Dibawa oleh para armada Bugis-Makassar dengan perahu pinisi dengan pintu gerbang kedatangan di Kampung Air Kuning dan Kampung Loloan di Jembrana.

Banyak bukti sejarah masuknya Islam di Jembrana, salah satunya adalah Rumah Panggung yang saat ini masih bisa ditemui di Kampung Loloan, Jembrana.

Rumah Panggung Suku Melayu Loloan

Kepala Lingkungan Loloan Timur, Muztahidin menjelaskan bahwa rumah panggung rata-rata memiliki luas rata-rata 2-4 are dengan tinggi rumah sekitar 5-6 meter.

Dahulu, rumah panggung menggambarkan strata ekonomi seseorang.

Makin luas rumah panggung makan makin tinggi strata ekonomi, begitu sebaliknya.

“Dulu rumah panggung menggambarkan strata ekonomi seseorang. Yang ekonominya tinggi rumahnya agak luas. Yang ekonominya menengah kebawah ya ukurannya standar,” kata Muztahidin. 

Namun, saat ini luasnya rumah panggung tidak menggambarkan strata ekonomi seseorang.

Jun Bintang

Lebih lanjut dijelaskan, dahulu rumah panggung ditata secara berhadapan oleh salah satu tokoh Islam di Kampung Loloan yaitu Syarif Abdullah Yahya Algadri.

Dengan tujuan agar silahturahmi dan kekompakan atara warga tetap terjalin dengan baik.

 “Jauh sebelum itu, rumah panggung di sini ditata secara berhadapan oleh Syarif Abdullah Yahya Algadri agar silahturahmi dan kekompakan warga tetap terjalin,” jelasnya.

Akibat perubahan zaman, saat ini rumah panggung telah mengalami banyak perubahan termasuk tatanan rumah yang tak lagi saling berhadapan.

Rumah panggung sendiri didirikan dengan tujuan utama adalah untuk menghindari binatang buas dan banjir karena  dahulu Loloan adalah wilayah hutan belantara dan dekat dengan lautan hingga menyebabkan Kampung Loloan menjadi rawan banjir.

(TRIBUNNEWSWIKI/NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved