Makam Keramat Kampung Loloan

Makam-makam keramat yang ada di Kampung Loloan, Jembrana, Bali, sebagai bukti sejarah Islam masuk di Pulau Bali.

Noviana Windri
Makam Buyut Lebai terletak di Jalan Gunung Agung, Loloan Timur, Jembrana, Bali. 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI – Ziarah ke makam menjadi sebuah tradisi yang hingga saat ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Di setiap daerah juga tentunya memiliki makam yang dikeramatkan karena dianggap menjadi cikal bakal peyebaran agama Islam atau tokoh-tokoh berpengaruh di suatu daerah.

Seperti makam-makam keramat yang ada di Kampung Loloan, Jembrana, Bali, sebagai bukti sejarah Islam masuk di Pulau Bali.

Makam tersebut adalah makam para tokoh-tokoh penyebar Islam di Jembrana.

Setidaknya terdapat 3 makam keramat yang letaknya berbeda.

Rumah Panggung Suku Melayu Loloan

Makam Buyut Lebai

Makam Buyut Lebai terletak di Jalan Gunung Agung, Loloan Timur, Jembrana, Bali.
Makam Buyut Lebai terletak di Jalan Gunung Agung, Loloan Timur, Jembrana, Bali. (Noviana Windri)

Buyut Lebai memiliki nama lengkap Datuk Dawam Sirojuddid.

Buyut Lebai adalah salah satu tokoh penyebar Islam di Kampung Loloan, Jembrana pada Abad ke 17.

Buyut Lebai lahir pada tahun 1619 Masehi kemudian wafat pada tahun 1744 Masehi.

Makam Buyut Lebai terletak di Jalan Gunung Agung, Loloan Timur, Jembrana, Bali.

Di area makam tidak hanya terdapat makam Buyut Lebai, juga terdapat makam lainnya yang oleh masyarakat sekitar dipercaya sebagai makam tokoh penyebar Islam rombongan pertama di Jembrana.

Makam Wali

Makam Wali berada di area Masjid Agung Baitul di Jalan Puncak Jaya, Loloan Timur, Jembrana, Bali
Makam Wali berada di area Masjid Agung Baitul di Jalan Puncak Jaya, Loloan Timur, Jembrana, Bali (Noviana Windri)

Makam Wali ini terdapat beberapa tokoh penyebar Islam rombongan ke-II di Jembrana.

Yang masuk ke Jembrana sejak tahun 1653 Masehi.

Diantaranya yaitu makam Al-Habib Syarif Abdullah Bin Yahya All-Qadry atau Syarif Tua.

Syarif Tua adalah Da’i kerabat Kesultanan Pontianak, Kalimantan Barat.

Syarif Tua lahir pada tahun 1754 dan wafat pada usia 104 yaitu tahun 1858.

Makam Muhammad Ya’qub Trengganu atau Tuan Guru Ncik Yakub.

Tuan Guru Ncik Yakub adalah Da’i dan wakif masjid dari Trengganu, Malaysia.

Ncik Yakub lahir pada tahun 1802 dan wafat pada 1889.

Makam Tuan Guru Moyang Khotib adalah Da’i dari Palembang, Sumatera Selatan.

Makam K.H.R Ahmad Al-Hadi Bin Dahlan Al-Falaky adalah Da’i dari Semarang, Jawa Tengah.

Makam Wali sendiri berada di area Masjid Agung Baitul di Jalan Puncak Jaya, Loloan Timur, Jembrana, Bali.

Jun Bintang

Makam Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih

Makam Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih terletak di Pesantren Syamsul Huda, Loloan Barat, Jembrana.
Makam Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih terletak di Pesantren Syamsul Huda, Loloan Barat, Jembrana. (Istimewa/Sam Vary)

Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih adalah salah satu ulama yang berpengarub dalam penyebaran agama Islam di Jembrana.

Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih lahir di Banyuwangi pada 1 Januari 1882.

Dan wafat pada usia 117 tahun yaitu pada 22 Februari 1999.

Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih  mendirikan Pesantren Syamsul Huda pada tahun 1935.

Makam Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih terletak di Pesantren Syamsul Huda, Loloan Barat, Jembrana.

Pantai Pandawa

(TRIBUNNEWSWIKI/NOVIANA WINDRI)

Wawancara Kepala Lingkungan Loloan Timur, Muztahidin pada Rabu (16/1/2020)

Wawancara Juru Kunci Makam Wali, Hamid pada Kamis (17/1/2020)

Observasi lapangan Selasa-Kamis (14-17/1/2020)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved