Rumah Baca Loloan Terapkan Budaya Literasi dengan Membaca Buku di dalam Rumah Panggung

Selain digunakan untuk tempat tinggal sehari-hari, masyarkat Kampung Loloan juga memanfaatkan rumah panggung sebagai tempat melestarikan budaya litera

Facebook Rumah Baca Loloan
Suasana di dalam Rumah Baca Loloan 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI – Selain digunakan untuk tempat tinggal sehari-hari, masyarakat Kampung Loloan juga memanfaatkan rumah panggung sebagai tempat melestarikan budaya literasi.

Rumah Baca Loloan namanya yang terletak di pinggir Jalan Gunung Agung, Loloan Timur, Jembrana, Bali.

Rumah Baca Loloan dimulai sejak tahun 2016 oleh para pemuda yang tergabung dalam komunitas Gerakan Pemuda Loloan (GPL).

Di Rumah Baca Loloan ini menerapkan budaya literasi yaitu gerakan membaca selama 30 menit atau disingkat 30MB.

Rumah Baca Loloan ini buka setiap hari, namun terdapat dua jadwal berbeda antara laki-laki dan perempuan di sini.

Perempuan jam membaca buka pada pukul 10.00 WITA, sedangkan laki-laki jam membaca buka pada pukul 20.00 WITA.

“Kalau malam Jum’at khusus untuk program 30MB mulai pukul 20.30-21.00 wita,” jelas Kholilolloh, salah satu anggota komunitas GPL.

Rumah Panggung Suku Melayu Loloan

Filosofi Rumah Panggung Suku Melayu Loloan

Setidaknya terdapat 800 koleksi buku di Rumah Baca Loloan.

Mulai dari jenis buku sekolah, buku anak-anak, ekonomi bisnis dan kewirausahaan, bahasa, sosial budaya, penelitian, dan masih banyak lagi.

Tribunners bisa nih merasakan sensasi membaca di dalam rumah panggung, Rumah Baca Loloan.

Salah satu rak koleksi buku di Rumah Baca Loloan
Salah satu rak koleksi buku di Rumah Baca Loloan (Noviana Windri)

(TRIBUNNEWSWIKI/NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved