Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Monumen Perjuangan Rakyat Bali dibangun dengan tujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap warisan budaya.

Noviana Windri
Monumen Perjuangan Rakyat Bali 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI – Menelusuri babak sejarah Bali dari Masa Prasejarah, Masa Bali Kuno, Masa Pergolakan Fisik serta Mengisi Kemerdekaan dapat dilakukan dengan berkunjung ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Monumen ini dibangun dengan tujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap warisan budaya.

Seperti nilai-nilai kepahlawanan, patriotism, jiwa persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, serta cinta perdamaian yang diharapkan dapat diwariskan kepada generasi kepada generasi muda.

 Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter.

Hal tersebut melambangkan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Julukan: Monumen Bajra Sandhi.

Marco Punx Band

Monumen Perjuangan Rakyat Bali
Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Noviana Windri)

Posisi

Monumen Perjuangan Rakyat Bali terletak di Jalan Puputan, Renon, Denpasar.

Di sebelah utara berbatasan dengan Kantor Gubernur Bali.

Di sebelah selatan berbatasan dengan kompleks pertokoan.

Disebelah timur berbatasan dengan Kantor BPBD Kota Denpasar, Komplek perumahan dan pertokoan, serta Taman Janggan.

Di sebelah barat berbatasan dengan kompleks kantor pemerintahan dan bank.

Sejumlah siswa nampak tengah melihat salah satu diorama di dalam Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Rabu (29/1/2020)
Sejumlah siswa nampak tengah melihat salah satu diorama di dalam Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Rabu (29/1/2020) (Noviana Windri)

Penggagas

Monumen Perjuangan Rakyat Bali merupakan gagasan dari alm. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.

Yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Bali pada tahun 1980.

Wujud Fisik

Monumen Perjuangan Rakyat Bali dibangun di areal Niti Mandala, Denpasar.

Pada tahun 1981 hingga 1987, monumen ini didesain oleh Ida Bagus Gede Yadnya.

Pembangunan fisik dimulai pada tahun 1988 hingga 2001 dengan konsultan yaitu Ida Bagus Tugur.

Di atas Lapangan Puputan Margarana yang memiliki luar 13,8 hektar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved