Makna Verikal dan Horizontal Bangunan Monumen Bajra Sandhi

Monumen yang mempunta ukuran 70 x 70 meter ini memiliki bentuk seperti bentuk Bajra (Genta) yang digunakan oleh para Pendeta Hindu.

Makna Verikal dan Horizontal Bangunan Monumen Bajra Sandhi
Noviana Windri
Tangga menuju ke lantai Utamaning Utama Mandala 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI – Setiap tempat yang memiliki nilai sejarah mempunyai nilai historis dan filosofinya sendiri-sendiri.

 Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau Monumen Bajra Sandhi salah satunya.

Monumen yang mempunta ukuran 70 x 70 meter ini memiliki bentuk seperti bentuk Bajra (Genta) yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali

 Selain itu, secara horizontal bangunan yang berbentuk bujur sangkar mengacu pada konsep Tri Mandala.

Yaitu Nista Mandala (Jaba Siwi) yang diwujudkan dalam bentuk pelataran luar yang mengelilingi monumen yang dilengkapi dengan taman, jalan setapak, tempat duduk dan tempat kegiatan olahraga.

Telaga yang dinamai Puser Tasik dengan 8 tiang agung dan jalan tangga naik merupakan Tapak Dara pada Nastining Utama Mandala atau lantai gedung monumen yang terbawah.
Telaga yang dinamai Puser Tasik dengan 8 tiang agung dan jalan tangga naik merupakan Tapak Dara pada Nastining Utama Mandala atau lantai gedung monumen yang terbawah. (Noviana Windri)

Madya Mandala (Jaba Tengah) yang berada di lapis kedua merupakan sebuah pelataran yang dikelilingi oleh pagar bangunan yang dilengkapi dengan pintu gerbang (Candi Bentar) pada keempat sisi arah mata angin.

Dan Utama Mandala (Jeroan) merupakan inti bangunan dimana terdapat gedung yang dikelilingi oleh telaga, jalan setapak, dan bali bengong yang ada di setiap sudut.

Sementara, secara vertikal monumen ini juga terbagi menjadi 3 bagian yang mengacu pada konsep Tri Angga yaitu Nastining Utama Mandala adalah lantai gedung monumen yang terbawah.

Marco Punx Band

Pada tengah lantai ini terdapat telaga yang dinamai Puser Tasik dengan 8 tiang agung dan jalan tangga naik merupakan Tapak Dara.

Madyaning Utama Mandala adalah lantai tengah yang dimanfaatkan untuk penempatan 33 diorama.

Sementara itu, Utamaning Utama Mandala adalah lantai teratas yang berfungsi sebagai Ruang Peninjauan dan tempat merenung sambil menikmati keindahan Kota Denpasar dari ketinggian.

(TRIBUNNEWSWIKI, NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved