Masyarakat Bali Justru Banyak yang Tak Tahu tentang Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra sandhi menjadi salah satu destinasi wisata murah meriah di kota denpasar. namun, tak banyak masyarakat setempat yang tahu isi di dalam.

Noviana Windri
Suasana Monumen Bajra Sandhi, Sabtu (1/2/2020) 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Sebuah lapangan hijau di tengah pusat kota Denpasar bertuliskan UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali terletak di seberang kanan Jalan Raya Puputan Niti Mandala No. 142 Panjer, Denpasar Selatan, Bali.

Setiap harinya, Lapangan Bajra Sandhi selalu ramai.

Pengunjung Lapangan Bajra Sandhi bervariasi.

Mulai dari anak-anak, keluarga, muda-mudi terlihat di sana.

Aktivitas di lapangan Bajra Sandhi didominasi kegiatan olahraga, yaitu jogging sepak bola, yoga, bela diri dan voli.

Putu Suka Redaya

Pemandangan dari lantai atas (Utaming Utama Mandala) Monumen Perjuangan Rakyat Bali
Pemandangan dari lantai atas (Utaming Utama Mandala) Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Noviana Windri)

Beberapa aktivitas lainnya yaitu kegiatan keagamaan, pembuatan panggung, pasar malam dan pengunjung yang hanya duduk bersantai.

Di tengah lapangan, terdapat sebuah monumen yang bertuliskan Monumen Perjuangan Rakyat Bali. 

Monumen Perjuangan Rakyat Bali merupakan gagasan dari Prof. Dr. Ida Bagus Mantra yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Bali. 

Monumen Perjuangan Rakyat Bali dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WITA dan tutup ketika hari raya besar Hindu.

Tarif pengunjung mancanegara dewasa sebesar Rp 50 ribu sedangkan anak-anak sebesar Rp 25 ribu.

Pengunjung nusantara dewasa sebesar Rp 25 rb sedangkan anak-anak sebesar Rp 10 ribu.

Pengunjung mahasiswa sebesar Rp 5 ribu sedangkan pelajar sebesar Rp 2 ribu.

Tarif kegiatan foto adat/pre-wedding mancanegara sebesar Rp 1 juta sedangkan nusantara sebesar Rp 500 ribu.

Nampak beberapa pengunjung yang melakukan aktivitas di halaman Monumen Perjuangan Rakyat Bali mengaku belum pernah masuk dan tidak tahu menahu isi di dalam monumen.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Tribun Bali mencoba mewawancarai beberapa masyarakat Denpasar di area Monumen Bajra Sandhi.

“Saya tinggal di sini sudah 7 tahun tidak pernah tahu apa yang ada di dalam monumen itu. Saya tidak pernah masuk ke sana. Kalau ke sini ya cuma nganter anak kegiatan olahraga atau kalau tidak ya cuma duduk santai saja dengan keluarga,” ujar Satria (36), Sabtu (1/2/2020).

Pasangan muda mudi lainnya mengatakan hal senada, Wawan (25) dan Ita (24) bahkan mengaku kurang tertarik masuk ke dalam monumen.

“Karena terlihat sepi sepertinya kurang menarik makanya kami gak pingin masuk,” ungkapnya.

Sejumlah wisatawan nampak mengunjungi Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Rabu (29/1/2020)
Sejumlah wisatawan nampak mengunjungi Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Rabu (29/1/2020) (Noviana Windri)

Sementara, di temui di depan pintu masuk monumen, Ida (53) guru SMP Negeri 1 Tulangan Sidoarjo yang baru saja mendampingi murid study wisata ke dalam Monumen Perjuangan Rakyat Bali berharap koleksi yang ada di dalam monumen lebih diperbanyak agar bervariasi.

“Pelayanannya sudah baik. Tiket untuk anak sekolah juga sangat terjangkau ya. Sebaiknya diorama dan koleksi-koleksi yang ada di dalam monumen lebih diperbanyak agar lebih bervariasi. Agar bisa lebih banyak mengetahui sejarah-sejarah di Bali itu apa saja,” harapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Noviana Windri)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved