Cara Zen Zen Hadapi Komplain: 'Customer Is Me'

Ze mengaku berkarir di dunia shopping mall mau tidak mau harus mengahdapi dan mendengar komplain yang beragam, mulai komplain dari costumer, tenant,

Noviana Windri
Zenzen bersama beberapa karyawannya 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Ze mengaku berkarir di dunia shopping mall mau tidak mau harus mengahdapi dan mendengar komplain yang beragam, mulai komplain dari costumer, tenant, maupun manajemen.

"Komplain pasti ada. Tapi sampai berjalannya waktu, alhamdulillah tidak pernah mendapatkan komplain yang berat sekali. Hubungan dengan tenan, karyawan dan costumer sangat kami jaga dengan sangat baik," tuturnya.

Costumer adalah bagian dari hidup, adalah prinsip yang ia pegang selama ini.

"Costumer is me. Costumer komplain itu selalu ingin didengar. Selayaknya kita ingin dihargai ya harus menghargai. Saya paling senang kalau dikomplain, karena makin dikomplain makin diperhatikan oleh costumer," jelasnya.

Zen Zen Giusi

Tak hanya dengan costumer, Ze juga menganggap semua karyawannya adalah keluarga.

Meski ia menjadi atasan, namun ia selalu mendengarkan masukan dari bawahannya tak membedakan umur dan jabatan.

Ia tak mau menjadi pemimpin yang ditakuti, melainkan menjadi pemimpin yang disegani.

"Tidak ada yang instan. Semua butuh proses. Tetap gigih dalam bekerja dan tidak memandang suka atau tidak suka. Tanamkan rasa keingintahuan tinggi. Anggap semua pekerjaan adalah tantangan," tutupnya.

(TRIBUNNEWSWIKI, NOVIANA WINDRI)

Wawancara dengan Zen Zen beberapa waktu lalu

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved