6 Fakta di Balik Jeruji Besi Lapas Perempuan Denpasar

Banyak fakta lain di balik kehidupan di dalam penjara, salah satunya Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar. 

Noviana Windri
Suasana di dalam Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar beberapa waktu lalu 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Pernah membayangkan seperti apa kehidupan di dalam penjara?

Atau pernah membayangkan bagaimana rasanya hidup di dalam sebuah sel bersama mafia kejahatan lainnya?

Atau beranggapan hidup di dalam penjara selain jauh dari keluarga juga tidak akan pernah  bisa berkomunikasi dengan siapapun?

Mungkin bayangan dan anggapan tersebut yang membuat kesan penjara sangat menyeramkan dan akhir dari kehidupan para penghuninya.

Terlepas dari desus-desus kehidupan di dalam penjara yang sangatlah kompleks.

Banyak fakta lain di balik kehidupan di dalam penjara, salah satunya Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar

Berikut ulasan 6 fakta di balik jeruji besi Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar.

1. Tidak Pernah Jeda dari Kegiatan

Kalapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Lili mengatakan para warga binaan (WBP) Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar tidak pernah absen dari kegiatan-kegiatan keterampilan, kecantikan, kerohanian, kesenian atau lain sebagainya.

"Kami selalu berusaha bagaimana caranya agar para warga binaan ini produktif. Hampir setiap hari tidak pernah ada jeda dari kegiatan pembinaan," katanya.

Lili menjelaskan pihaknya berusaha tetap memberdayakan dan mengasah kemampuan para warga binaan dengan tujuan agar ketika bebas dari penjara mereka memiliki skill dan diterima kembali di lingkungan masyarakat.

Lili (Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Denpasar)

2. Memiliki 3 Wisma dengan Nama Pahlawan Wanita

Sama halnya dengan penjara pada umumnya, Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar memiliki 3 wisma.

Diantaranya yakni Wisma Cut Nyak Dien, Wisma Kartini, dan Wisma Fatmawati.

"Di sini semuanya ada 16 kamar. Tergantung luas kamar. Wisma Cut Nyak Dien isinya 20 orang. Ada juga yang 14 orang" kata Lili.

3. WBP Diizinkan Merawat Bayi Hingga Umur 2 Tahun

Kalapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Lili menjelaskan peraturan WBP boleh mengasuh anak hingga berumur 2 tahun.

"Mereka bisa mengasuh anak di dalam Lapas ini hingga anaknya umur 2 tahun. Setelah itu kami kembalikan ke keluarga. Dan harus diambil," ucapnya.

Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar juga bekerja sama dengan Puskesmas dan Bidan untuk memberikan edukasi kepada pada WBP yang mengasuh anak di dalam Lapas.

"Dari Puskesmas dan Bidan sudah memberikan edukasi bagaimana merawat bayi, mandiin bayi, mengasuh bayi," ujarnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved