Putu Wirantawan Gelar Pameran Tunggal Bertajuk 'Gugusan Energi Alam Batin Wirantawan'

Dalam Pameran Tunggal “Gugusan Energi Alam Batin Wirantawan” di Danes Art Veranda dihadirkan karya-karya terbaru Putu dalam sekala besar.

Putu Wirantawan Gelar Pameran Tunggal Bertajuk 'Gugusan Energi Alam Batin Wirantawan'
Noviana Windri
Dalam Pameran Tunggal “Gugusan Energi Alam Batin Wirantawan” di Danes Art Veranda dihadirkan karya-karya terbaru Putu dalam skala besar, Jumat (28/2/2020) 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Putu Wirantawan  menggelar pameran bertajuk 'Gugusan Energi Alam Batin Wirantawan'.

Ia pun menjelaskan tentang perjalanan pamerannya. 

“Pada tahun 2003 ketika saya merasa jenuh dengan bentuk-bentuk piguratif pada lukisan-lukisan cat minyak, cat akrilik. Saya secara intensif banyak membuat sketsa-sketsa yang menggunakan pensil diatas kertas. Dari sketsa gambar saya merasa bisa leluasa melahirkan bentuk demi bentuk dengan pensil. Bentuk-bentuk yang lahir secara improvisatoris itu selalu merangsang untuk
dikembangkan,” Putu Wirantawan menjelaskan.

Putu Wirantawan adalah perupa kelahiran Sangkar Agung, Negara Bali.

Sejak kecil memiliki hasrat berkarya dan mengembangkan diri sebagai seniman professional, begitu ditulis oleh I Made Bakti Wiyasa.

Dari buku pelajaran, papan tulis dan halaman rumah merupakan tempat untuknya menggoreskan garis ekspresi.

Tika Pagraky

Saat SMP ia mulai mempelajari nyudut orten seni hias pada kain dengan teknik sketsa pewayangan dan ragam hias dengan finishing disulam atau nyudut dengan kain wol warna-warni.

Kesenian ini berkembang di Sangkar Agung, Negara, Jembrana, termasuk yang dikaryakan sang kakek I Nyoman Tabeh.

Produk seni hias sulam kain ini berupa orten, lamak, ulon, tire. Semua seni hias ini dipergunakan untuk hiasan pada bale suci, dan tempat suci lainnya terutama saat odalan.

Selain itu, Putu juga pernah mempelajari seni ukir dari bapaknya I Wayan Wekel seorang seniman ukir dan seorang undagi yang kemudian menjadi seorang pinandita.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved