Tradisi Mekotek, Tradisi Tolak Bala Setiap Hari Raya Kuningan

Tradisi Mekotek atau ngerebek merupakan tradisi dengan tujuan tolak bala untuk memohon keselamatan.

Tradisi Mekotek, Tradisi Tolak Bala Setiap Hari Raya Kuningan
Noviana Windri
Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung setiap Hari Raya Kuningan 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Tradisi Mekotek atau ngrebeg merupakan tradisi sakral dari Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali yang selalu dilaksanakan 6 bulan sekali atau setiap Hari Raya Kuningan.

Tradisi Mekotek atau Ngrebeg Mekotek ini sudah mendapat setifikat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 27 Oktober 2016 sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Tradisi Mekotek atau ngerebek merupakan tradisi dengan tujuan tolak bala untuk memohon keselamatan.

Tradisi Mekotek ini sangat diyakini oleh masyarakat sebagai tradisi yang sakral penolak bala untuk mengusir roh jahat.

18 Vendor Pernikahan Bali Akan Ramaikan The Village Wedding Fair 2020

Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung setiap Hari Raya Kuningan
Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung setiap Hari Raya Kuningan (Noviana Windri)

Tradisi mekotek merupakan tradisi yang sudah ada sejak Kerajaan Mengwi.

Tradisi Mekotek saat itu pernah dihentikan oleh Belanda karena dianggap sebagai pemberontakan.

Namun saat dihentikan, masyarakat desa terkena wabah penyakit dan tradisi Mekotek kemudian dilaksanakan hingga saat ini.

"Tahun 1940 pernah tidak diijinkan oleh Belanda karena Belanda mengira akan menyerang mereka dengan tombak,"

"Akhirnya sempat dihentikan sehingga di desa kami terjadi bencana, orang meninggal itu beruntun dan banyak dan di sawah kami banyak hama dan tidak pernah mendapatkan hasil dari pertanian," 

"Akhirnya setelah didiskusikan dengan Belanda dan diijinkan kembali untuk melaksanakan tradisi Mekotek tetapi dengan syarat dengan membawa tongkat tetapi di atasnya diikat pandan berduri itu lambang dari sebuah tombak, ketajaman dan tamiang simbol permohonan. Setelah dilaksanakan kembali desa kami menjadi makmur," jelas I Putu Suada (54) Ketua Pokdarwis (kelompok Sadar Wisata) Desa Munggu, beberapa waktu lalu.

Zen Zen Giusi

Desa Munggu sendiri terdiri dari 1118 KK dan saat dilaksanakan tradisi Mekotek 1 rumah bisa 2-3 anggota keluarga yang ikut partisipasi Tradisi Mekotek.

"Pesertanya hampir 2000 orang soalnya 1 rumah bisa 2-3 anggota keluarga yang ikut Tradisi Mekotek ini," jelas I Made Rai Sujana (52) Bendesa Munggu.

Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung setiap Hari Raya Kuningan
Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung setiap Hari Raya Kuningan (Noviana Windri)

Menurut pengakuannya, peserta Tradisi Mekotek yang diwajibkan adalah peserta yang sudah dianggap dewasa mulai umur 14 tahun ke atas selama masih kuat dan bisa.

Peserta lelaki memegang kayu dan peserta perempuan mengiringi.

(TRIBUNNEWSWIKI, NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved