Unik, Ogoh-Ogoh ‘Legu Gondong’ Gunakan Ribuan Biji-Bijian dan Serbuk Kayu

Ogoh-ogoh diberi nama ‘Legu Gondong’ terbuat dari ribuan biji-bijian seperti beras merah, ketan putih dan hitam, kacang hijau, biji jagung, selai itu

Unik, Ogoh-Ogoh ‘Legu Gondong’ Gunakan Ribuan Biji-Bijian dan Serbuk Kayu
TRIBUNNEWSWIKIBALI/Noviana Windri
Ogoh-ogoh 'Legu Gondong' dari STT Dharma Subhiksa (@stt.dharmasubhiksa), Banjar Sasih Panjer, Rabu (4/3/2020) 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI – Semakin ngetrennya ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan membuat para pemuda Seka Teruna Teruni (STT) di banjar-banjar berlomba-lomba membuat ogoh-ogoh ramah lingkungan dan menuangkan ide-ide kreatifnya.

Para pemuda STT Dharma Subhiksa, Banjar Sasih, Panjer, Denpasar pun membuat ogoh-ogoh cukup unik dan berbahan ramah lingkungan tentunya.

Ogoh-ogoh diberi nama ‘Legu Gondong’ terbuat dari ribuan biji-bijian seperti beras merah, ketan putih dan hitam, kacang hijau, biji jagung, selai itu juga dari serbuk kayu serta beberapa cangkang telur.

Pembuatan ogoh-ogoh ‘Legu Gondong’ sendiri dimulai sejak pertengahan Januari 2020 dengan anggara sebesar Rp 10 juta.

Alien Child

“Kami mulai sejak pertengahan Januari dari pembuatan sketsa, penyiapan bahan, dan lain sebagainya. Untuk anggaran ogoh-ogoh itu sebesar Rp 10 juta dan dananya juga dari sumbangan masayarakat,” jelas Made Sandi Jaya, Ketua STT Dharma Subhiksa, Rabu (4/3/2020).

Ogoh-ogoh 'Legu Gondong' dari STT Dharma Subhiksa (@stt.dharmasubhiksa), Banjar Sasih Panjer, Rabu (4/3/2020)
Ogoh-ogoh 'Legu Gondong' dari STT Dharma Subhiksa (@stt.dharmasubhiksa), Banjar Sasih Panjer, Rabu (4/3/2020) (Istimewa/STT Dharma Subhiksa)

 Made Sandi Jaya menjelasnya biji-bijian yang digunakan didapatkan dari membeli dan sebagian didapatkan dari pemberian warga.

Sementara, untuk serbuk kayu didapatkan dari para pemuta STT mendatangi pengrajin kayu untuk meminta limbah serbuk kayu yang tidak dipakai.

Pemakaian bahan-bahan tersebut juga berdasarkan hasil diskusi dengan para pemuda STT untuk mendapatkan warna alami tanpa menggunakan warna buatan dari karakter ogoh-ogoh.

Alien Child

“Ini inisiatif dari teman-teman STT bagaimana caranya menonjolkan bahan-bahan ramah lingkungan terutama alam. Untuk biji-bijian totalnya kami menghabiskan totalnya sebanyak 20 kilogram. Kalau serbuk kayu kami mengumpulkan sebanyak 2 kilogram,” sambungnya.

Ogoh-ogoh ‘Legu Gondong’ menggambarkan dua karakter yaitu legu atau nyamuk dan manusia.

Untuk biji-bijian digunakan pada bagian badan karakter ‘Legu’ atau Nyamuk yang warnanya didominasi hitam dan putih.

Serbuk kayu digunakan pada bagian badan karakter manusia untuk mendapatkan warna alami kulit manusia di Indonesia pada umumnya.

Sedangkan cangkang telur digunakan untuk kuku karakter manusia.

“Kami sendiri tidak menargetkan untuk menjadi juara. Tapi yang penting hasil karya kami bisa diterima oleh masyarakat luas. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi untuk STT yang lain,” harap Made Sandi Jaya.

(TRIBUNNEWSWIKI, NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved