Perjalanan Karier Yudi Ariawan Bisnis Ayam Betutu Hingga Laklak 168

Sebelum sukses dengan laklak, tenyata Gede Yudi Ariawan dan kakaknya sempat berbisnis kuliner khas Bali yaitu ayam betutu.

Perjalanan Karier Yudi Ariawan Bisnis Ayam Betutu Hingga Laklak 168
TRIBUNNEWSWIKI/Noviana Windri
Gede Yudi Ariawan saat ditemui Tribun Bali di Laklak Buleleng 'Laku 168' di Jalan Drupadi, Sumerta, Denpasar, Bali, Sabtu (14/3/2020) 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Kesuksesan yang diperoleh dari berjualan jajanan tradisional khas Bali yaitu laklak tidak didapatkan dengan cara instan.

Namun, nyatanya usaha tersebut juga memiliki cerita pahit.

Sebelum sukses dengan laklak, tenyata Gede Yudi Ariawan dan kakaknya sempat berbisnis kuliner khas Bali yaitu ayam betutu.

Bisnisnya tersebut dimulai sejak tahun 2011, namun karena harga bahan baku saat itu tidak stabil membuat bisnis ayam betutunya terhenti.

"Pertama jualan ayam betutu. Nah, saat itu harga bahan baku ayam betutu tidak stabil. Jadi saya cari inovasi lain yaitu jajanan Bali laklak ini," ceritanya.

Nikmatnya Jaje Laklak di Warung Laku 168 Panjer, Kudapan Khas Bali Murah Meriah

Melihat usaha jajanan tradisional di Denpasar saat itu belum ada, ia mencoba peruntungan berjualan laklak sembari berjualan ayam betutu.

Usaha laklak sejak tahun 2016 yang saat itu ia masih berusia 19 tahun dan baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas.

Sedangkan bisnis ayam betutu ia hentikan pada tahun 2017 karena laklak lebih diminati dan bahan baku yang stabil serta terjangkau.

"Jualan jajanan tradisional masih lebih menjanjikan. Di sisi lain bahan baku juga lebih terjangkau harganya," ucapnya.

Pada awalnya, Yudi, sapaan akrabnya, memulai usahanya dengan memberi nama '168' dimana hal tersebut diambil dari filosofi China yang dianggap sebagai angka keberuntungan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved