Habiskan 25 Kg Kerupuk Udang untuk Sisik 'Subrada Larung', Ini Cerita Doni Suarsana

STT Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan membuat ogoh-pgoh yang cukup unik. Ogoh-ogoh yang diberi nama 'Subrada Larung' memiliki

Habiskan 25 Kg Kerupuk Udang untuk Sisik 'Subrada Larung', Ini Cerita Doni Suarsana
TRIBUNNEWSWIKI/Noviana Windri
Arsitek ogoh-ogoh 'Subrada Larung', Kadek Doni Suarsana saat ditemui di Banjar Tengah Sidakarya, Densel, Senin (17/3/2020) 

TRIBUNWIKIBALI.COM, DENPASAR - STT Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan membuat ogoh-pgoh yang cukup unik.

Ogoh-ogoh yang diberi nama 'Subrada Larung' memiliki keunikannya sendiri yaitu berlapis kerupuk udang mentah.

Arsitek ogoh-ogoh 'Subrada Larung', Kadek Doni Suarsana menjelaskan pembuatan ogoh-ogoh memakan waktu selama kurang lebih hampir 3 bulan terhitung dimulai sejak Januari 2020.

"Bahan ramah lingkungan yang kami gunakan yaitu dari kertas bekas, plester, bambu, kardus dan kerupuk udang," jelasnya saat ditamui, Senin (16/3/2020).

Ogoh-Ogoh Subrada Larung Bersisik Kerupuk Udang, Ini Proses Pembuatannya

Selain ramah lingkungan, dikatakannya alasan digunakannua kerupuk udang untuk sisik karakter ogoh-ogoh adalah karena mudah didapatkan.

Dalam pembuatan ogoh-ogoh 'Subrada Larung' menghabiskan kerupuk udang sebanyak 25 kilogram.

"Kerupuknya ada yang kami beli dan ada yang dibuat juga," sambungnya.

ogoh-ogoh 'Subrada Larung' STT Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan.
ogoh-ogoh 'Subrada Larung' STT Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan. (Noviana Windri)

Kerupuk udang sendiri digunakan pada bagian sisik karakter naga dan badan raksasa.

Yaitu pada bagian tangan, punggung, ekor, dan kaki karakter naga.

Dan pada beberapa bagian tubuh karakter raksasa.

Digelar Pertama Kali, Lomba dan Pameran Ogoh-Ogoh STT Tunas Muda Diikuti 45 Peserta

Menurutnya, bagian tersulit dari penggarapan ogoh-ogoh 'Subrada Larung' adalah pembuatan teknologi hingga pihaknya merangkai selama sebulan penuh.

Selain itu, juga mengalami kesulitan saat proses penempelan kerupuk udang karena susah dan tidak cukup sekali saja memberikan lem tetapi bisa sampai tiga kali.

"Kalau harapan untuk menang pasti ada. Tetapi banyak pesaingnya. Kami optimis saja," harapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI, NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved