Daftar Juara Lomba Ogoh-Ogoh Tahun 2020 se-Kota Denpasar

Adapun dari 169 ogoh-ogoh yang mengikuti seleksi, ST. Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya mendapat nilai tertinggi, yakni 89, 125.

Daftar Juara Lomba Ogoh-Ogoh Tahun 2020 se-Kota Denpasar
TRIBUNNEWSWIKI/Noviana Windri
Ogoh-ogoh 'Pengadangadang' karya ST. Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya mendapat nilai tertinggi, yakni 89, 125, Senin (16/3/2020) 

TRIBUNWIKIBALI.COM, DENPASAR - Setelah menuntaskan penilaian ogoh-ogoh di empat kecamatan di Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mengumumkan total 32 nominasi terbaik dari masing-masing kecamatan, Jumat (20/3/2020).

Adapun dari 169 ogoh-ogoh yang mengikuti seleksi, ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya mendapat nilai tertinggi, yakni 89, 125.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram menjelaskan, seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, penilaian hingga pengumuman hasil penilaian telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

Selanjutnya sesuai jadwal, Disbud Kota Denpasar mengumumkan 8 nominasi di masing-masing kecamatan yang keseluruhanya berjumlah 32 ogoh-ogoh untuk Kota Denpasar.

6 Ogoh-Ogoh Ramah Lingkungan di Kota Denpasar Tahun 2020

 “Seluruh tahapan telah dilalui sesuai dengan prosedur, hasilnya sesuai dengan penilaian dewan juri di lapangan, tentunya bersifat transparan dan tidak dapat diganggu gugat,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, ogoh-ogoh yang berbahan dasar ramah lingkungan ini nantinya akan diserahkan kembali ke Desa Pakraman masing-masing untuk mengatur jalannya perayaan malam Pangerupukan. 

Sehingga dalam rangka menyambut Nyepi Caka 1942 ini dapat berjalan lancar .

“Dinas Kebudayaan Kota Denpasar hanya melakukan penilaian nantinya setelah itu seluruh ogoh-ogoh akan dikembalikan ke desa pakraman masing-masing serangkaian malam Pengerupukan,” jelasnya.

Mataram menambahkan, dari setiap kompetisi menang dan kalah adalah hal yang biasa. “Jadi, bagi 32 nominasi ogoh-ogoh yang beruntung kami sampaikan selamat, dan sisanya yang belum beruntung harus berbesar hati dan terus berusaha di tahun depan dengan karya-karya kreatif sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Mataram  turut mengimbau peserta pawai ogoh-ogoh untuk tidak mengonsumsi minuman keras dan alkohol sebelum atau saat mengarak ogoh-ogoh. 

Ogoh-Ogoh Subrada Larung Bersisik Kerupuk Udang, Ini Proses Pembuatannya

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved