Ogoh-Ogoh STT Tunas Muda Sidakarya Kembali Raih Poin Tertinggi Se-Kota Denpasar, Ini Filosofinya  

Ogoh-Ogoh karya STT Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya kembali meraih poin tertinggi dalam lomba ogoh-ogoh 2020 di Kota Denpasar.

Ogoh-Ogoh STT Tunas Muda Sidakarya Kembali Raih Poin Tertinggi Se-Kota Denpasar, Ini Filosofinya   
TRIBUNNEWSWIKI/Noviana Windri
Ogoh-ogoh 'Pengadangadang' karya ST. Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya mendapat nilai tertinggi, yakni 89, 125, Senin (16/3/2020) 

TRIBUNWIKIBALI.COM, DENPASAR - Ogoh-ogoh karya STT Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya kembali meraih poin tertinggi dalam lomba ogoh-ogoh 2020 di Kota Denpasar.

Dalam penilaian yang dilaksanakan pada Senin (16/3/2020) lalu, Ogoh-ogoh yang diberi nama 'Pengadangadang' meraih poin sebesar 89,125.

Ogoh-ogoh 'Pengadanadang' berbahan dasar dari kardus bekas, Koran bekas, ulatan bambu, kuaci dan wijen.

Ogoh-ogoh 'Pengadangadang' memiliki filosofinya tersendiri.

Daftar Juara Lomba Ogoh-Ogoh Tahun 2020 se-Kota Denpasar

Dalam ajaran agam Hindu, Yuga mengakibatkan terbelenggunya dan terbingkainya sebuah sistem yang memaksa komponen yang masuk dalam sistem tersebut harus bergerak sesuai perputaran kosmik secara teratur yang disebut dengan RTA.  

Manusia sebagai salah satu komponen kosmik juga diikat oleh siklus perputaran  secara sistemik yang disebut dengan Tri Kona (Lahir, Hidup, Mati). 

Dalam menjalankan kehidupan, manusia dibekali oleh Yuga,  Suka, Duka, Lara, Pati. 

Saat kematian manusia tiba sangat ditentukan oleh kemampuan manusia menyiasati sang Kala, yang di sesuaikan dengan Satwam, Rajas,  dan Tamas yang merupakan jembatan kembalinya atman kepada Brahman.  

Tingginya persentase negatif yang dibuat manusia saat hidup, akan dipudarkan ketika sang atma mampu menjawab dan melampaui rintangan dalam perjalanan menuju sang pencipta.  

Rintangan dan hambatan ini disebut dengan 'Pengadangadang' yang berupa sebutan dalam wujud menyeramkan (Krura Rupa) dan kunci terahir hambatan atau rintangan di pegang oleh Garuda Ijo yang merupakan salah satu  kaki tangan dari Yamaraja (raja kematian).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved