Kelurahan Sesetan

Kelurahan Sesetan merupakan salah satu desa di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kelurahan Sesetan memiliki luas wilayah mencapai 739 hektar

Tangkapan layar Google Maps Keluarahan Sesetan
Keluarahan Sesetan 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Kelurahan Sesetan merupakan salah satu desa di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Kelurahan Sesetan memiliki luas wilayah mencapai 739 hektar dan secara geografis terletak membujur dari selatan ke utara.

Sejak tanggal 12 Januari 2017, Kelurahan Sesetan dipimpin oleh seorang lurah bernama Ni Ketut Sri Karyawati, SKM. M.Kes.

Lokasi

Di sebelah utara Kelurahan Sesetan berbatasan dengan Desa Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat.

Di sebelah selatan berbatasan dengan Selat Badung.

Di sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan,

Di sebelah timur berbatasan dengan Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan.

Desa Sidakarya

 Sejarah

Dari beberapa informasi dan menurut cerita-cerita dari tokoh masyarakat serta didukung oleh bukti-bukti peninggalan yang ditemukan diceritakan bahwa pada waktu Pemerintahan Dalem Waturenggong kira-kira abad ke 15, Kelurahan Sesetan sekarang ini menjadi satu kesatuan dengan Kelurahan Pedungan.

Kelurahan Pedungan awalnya bernama Desa Peduwungan nama ini bermula dari sebelah keris yang sakti.

Keris itu dimiliki oleh wakil Dalem Waturenggong di Wilayah Badung yang bernama Arya Waringin.

Keris sakti dibuatkan tempat yang disebut Pelinggih dan diberi nama Pura Peduwungan yang artinya keris, dan sekarang terletak di Banjar Kepisah.

Dari Peduwungan ini akhirnya menjadi Desa Pedungan. 

Pada saat itu mata pencaharian penduduk di Desa Peduwungan adalah sebagai petani dan beberapa orang penduduk yang tinggal di Desa Peduwungan melakukan kegiatan pertanian di bagian Timur Desa Peduwungan.

Yang akhirnya menetap di tempat itu karena menurut mereka tempat di Timur itu adalah tempat yang subur dan sangat baik untuk bercocok tanam.

Dan tempat itu diberi nama Kesetan atau Sepihan yang artinya Pecahan dari Desa Peduwungan, kemudian lama kelamaan seiring dengan perjalanan waktu dan karena proses perubahan kata, maka kata Kesetan berubah menjadi Sesetan.

BANJAR

Seiring berjalannya waktu, Kelurahan Sesetan ini mulai mendirikan tempat suci yaitu Pura Kahyangan Tiga.

Dan hidup dengan berkelompok di bawah suatu wadah yang disebut Banjar.

Yang namanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi di Banjar tersebut, diantaranya.

  1. Banjar Gaduh karena yang bermukim disini adalah mayoritas keluarga dari Pasek Gaduh.
  2. Banjar Lantang Bejuh yang artinya panjang membujur, karena geografi dari Banjar ini panjang membujur.
  3. Banjar Pegok yang artinya dalam, karena pada mulanya mereka yang bermukim disini tinggal agak di dalam (jauh dari tempat keramaian).
  4. Banjar Suwung Batan Kendal, karena dulu disana ada pohon Kendal (sejenis kepah).
  5. Banjar Kaja yang artinya Utara, karena Banjar ini terletak di wilayah paling Utara Desa Sesetan.
  6. Banjar Tengah yang artinya di tengah-tengah, karenya letak Banjar ini di tengah-tengah Desa Sesetan.

LINGKUNGAN

Selain Banjar, Kelurahan Sesetan juga terdapat empat belas lingkungan definitif, yakni

1. Lingkungan Kampung Bugis.

2. Lingkungan Banjar Suwung Batan Kendal.

3. Lingkungan Banjar Karya Dharma.

4. Lingkungan Banjar Pegok.

5. Lingkungan Banjar Taman Sari.

6. Lingkungan Banjar Taman Suci.

7. Lingkungan Banjar Lantang Bejuh.

8. Lingkungan Banjar Dukuh Sari.

9. Lingkungan Banjar Gaduh.

10. Lingkungan Alas Arum.

11. Lingkungan Banjar Tengah.

12. Lingkungan Banjar Pembungan.

13. Lingkungan Banjar Kaja.

14. Lingkungan Banjar Puri Agung

KESENIAN

1. Gamelan Bungbang

Gamelan Bungbang atau Gamelan Bumbang adalah sebuah satu set gamelan bambu.

Gamelan Bumbang diciptakan pada tahun 1985 dan dipentaskan pertama kali pada tanggal 16 November 1988 pada saat pawai pembukaan lomba di Kelurahan Sesetan.

Panjer

2.  Omed-Omedan

Omed-Omedan adalah upacara yang diadakan oleh pemuda-pemuda di Banjar Kaja, Sesetan.

Omed-omedan yang memiliki arti tarik-menarik biasanya diadakan setelah Hari Raya Nyepi.

Omed-omedan biasanya melibatkan pemuda pemudi yang berumur 17 tahun hingga 30 tahun yang belum menikah yang biasanya dilaksanakan pada pukul 17.00 Wita.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved