Kelurahan Renon

Kelurahan Renon sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tent

Tangkapan Layar Google Maps.
Peta Kelurahan Renon. 

TRIBUNNEWSWIKI, BALI - Kelurahan Renon merupakan salah satu bagian perangkat daerah Kecamatan Denpasar Selatan.

Kelurahan Renon sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan dan Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kota Denpasar.

Kelurahan Renon memiliki luas wilayah 254 hektar.

Yang dibagi menjadi 5 lingkungan yaitu Lingkungan Pande, Lingkungan Peken, Lingkungan Kelod, Lingkungan Tengah, dan Lingkungan Kaja.

Dan terdiri dari 4 Dusun atau Banjar Dinas yaitu Banjar Pande, Banjar Peken, Banjar Tengah, dan Banjar Kelod.

Kelurahan Renon saat ini dipimpin oleh seorang lurah yang bernama Luh Oka Ayu Arya Tustani.

Kelurahan Pedungan

POSISI

Di sebelah selatan Kelurahan Renon berbatasan dengan Desa Adat Sidakarya.

Di sebelah utara Kelurahan Renon berbatasan dengan Tanjung Bungkah.

Di sebelah barat Kelurahan renon berbatasan dengan Desa Adat Panjer.

Di sebelah timur Kelurahan Renon berbatasan dengan Intaran Sanur.

SEJARAH

Asal usul mengapa desa ini bernama Desa Renon ilmu sejarah belum mengungkapkan secara pasti.

Tetapi suatu hal yang nyata bahwa adanya kenyataan Desa Renon ini dibentuk oleh para pendatang(istilah Balinya “dedukuhan”.

Berdasarkan sumber sumber dan konsultasi bersama pengelingsir di Desa Renon kami telah memperoleh informasi atau keterangan yang bersifat turun-temurun antara lain.

Setelah berakhirnya kerajaan Sri Khesari Warmadewa yang tersebut di dalam prasasti Blanjong berangka tahun 837 caka sisa sisa penduduk kerajaan tersebut telah cerai berai, mengungsi kelokasi ini yang dulu belum mempunyai suatu nama. 

Lokasi yang baru ini mempunyai keadaan tanah lempung dan subur, yang terdiri dari beberapa tanah sawah yang dalam. 

Sehingga daerah ini terdapat beraneka ragam ikan darat, seperti ikan gabus,belut lumpiah,lele dan lain-lain. 

Maka tentang kebutuhan penduduk pada zaman dahulu dilokasi ini betul-betul bisa terpenuhi. 

Beberapa tahun kemudian penghuni lokasi ini kian bertambah banyak disebabkan karena para pencari ikan darat dan pekerja-pekerja lainnya selalu marasa senang di tempat ini, dan akhirnya menjadi penghuni lokasi ini. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved