Kelurahan Sumerta

Kelurahan Sumerta memiliki luas wilayah 52,84 hektar. Yang terbagi menjadi 34,58 hektar untuk wilayah pemukiman, 8,69 hektar untuk pekarangan

Tangkapan Layar Google Maps
Kelurahan Sumerta via google maps 

“Walian ikang kata, ceritaneng manke tmajnira Ki Gusti Pasek Gelgel Aan, pada sihing Hyang Widhi, apasanakan rehning nalikaning rat, tembenia Gde Pasek Sumerta Tmajanira Ki Gusti Pasek Aan, angalih lungguh mareng jagat Bandana, Sira kawuwus Pasek Sumerta, muang lungguh hira laju ingaran Sumerta, apan sire Ki Pasek Gelgel Sumerta winuwus widagda wicaksana, sida pwa sira anampa sajnanira sang natheng Bandana……”

Ditugaskannya Ki Pasek Gelgel Sumerta sebagai pemegang pucuk Pimpinan di wilayah Sumerta (Bandana) terjadi pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong.

Selain informasi yang bersumber dari prasasti seperti disebutkan terdahulu, juga didasarkan cerita – cerita dari para pengligsir-pelingsir.

Diceritakan bahwa, Desa Sumerta juga pernah dipimpin oleh I Gusti Ngurah Sumerta.

Hal ini dapat ditemukan dengan adanya piagam yang saat ini disimpan oleh Jro Mangku Puseh Sumerta (Banjar Sima – Sumerta Kaja ) pada tahun Caka 15.

Isi dari piagam tersebut antara lain menyebutkan tentang perintah dari I Gusti Ngurah Sumerta kepada Ki Bendesa Bekung ( Mangku Puseh ) di Sumerta Wangaya agar membangun pura Puseh dan Pura Kebon dalam jangka waktu selama 1 ( Satu ) tahun dan diberikan imbalan berupa tanah atau gumi.

Kelurahan Renon

PEMBAGIAN WILAYAH

Dikaitkan dengan pelaksanaan administrasi pemerintahan baik pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang serta setelah Indonesia merdeka, wilayah Desa Sumerta meliputi wilayah-wilayah Desa Adat Sumerta, dan Desa Adat Pagan dengan jumlah banjar sebanyak 21 Banjar.

Namun dalam proses perkembangan selanjutnya terutamanya menyangkut penduduk yang semakin bertambah, maka dibentuklah banjar-banjar baru di wilayah Desa Sumerta yang semula berjumlah 21 Banjar menjadi 27 Banjar.

Dalam perkembangan selanjutnya tepatnya pada tahun 1979, karena Desa Sumerta wilayahnya begitu luas, disatu pihak dan pihak lain aparat Desa adanya sangat terbatas.

Maka dari itu tokoh-tokoh masyarakat Desa Adat Sumerta disepakati untuk mengajukan usul pemekaran Desa Adat Sumerta menjadi 4.

Yaitu Desa Sumerta (Induk), Desa Sumerta Kaja (Pemekaran), Desa Sumerta Kauh (Pemekaran.), Desa Sumerta Klod ( Pemekaran )

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh jumlah penduduk yang semakin bertambah, mempercepat proses pemberian pelayanan kepada masyarakat, adanya peningkatan status Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Badung menjadi Kota Administratif.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali Nomor 57 tahun 1982 tertanggal 1 Juni 1982 tentang Penetapan Desa – Desa Persiapan menjadi Desa Alternatif dalam wilayah Kota Administratif Denpasar.

Kelurahan Sesetan

Dengan demikian Desa Sumerta telah resmi dimekarkan menjadi 3 yang berstatus Desa yang berstatus Kelurahan diantaranya.

  1. Desa Sumerta Kaja
  2. Desa Sumerta Kauh
  3. Desa Sumerta Klod
  4. Kelurahan Sumerta 

NAMA LINGKUNGAN

  1. Lingkungan  Abian Kapas
  2. Lingkungan  Abian Kapas Tengah
  3. Lingkungan Abian Kapas Kelod
  4. Lingkungan  Ketapian Kaja
  5. Lingkungan Ketapian
  6. Lingkungan Tanjung Bungkak 
  7. Lingkungan Buaji Sari

 (TRIBUNNEWSWIKI, NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved