5 Prodi di Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar merupakan perguruan tinggi seni di Bali yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang be

zoom-inlihat foto 5 Prodi di Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar
website Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar
Logo Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR – Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar merupakan perguruan tinggi seni di Bali yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

ISI Denpasar didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 28 Juli 2003 yang merupakan integrasi dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar dan Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSSRD) Universitas Udayana.

ISI Denpasar memiliki dua fakultas salah satunya adalah Fakultas Seni Pertunjukan (FSP).

Fakultas Seni Pertunjukan merupakan unsur pelaksana akademik pada ISI Denpasar yang mengkoordinasikan dan melaksanakan pendidikan akademik dan atau vokasi dalam satu atau seperangkat cabang seni pertunjukan.

Berikut 5 program studi di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar.

1.     Prodi Seni Tari

Bidang studi tari ini menawarkan berbagai kesempatan untuk menjelajahi kedua jalur yang termasuk di dalamnya, seperti; jalur utama penciptaan dan jalur utama penelitian.

Mahasiswa akan dituntun untuk mengembangkan bakat dan keahliannya oleh dosen profesional dan berpengalaman berdasarkan pada jalur yang inginkan untuk menjadi fokus utama studi.

Praktik dan teori terintegrasi, membantu memahami konteks dan kondisi yang membentuk dan membingkai praktik seni tradisional dan modern.

Mahasiswa juga akan ditempatkan dengan baik untuk bergabung dengan komunitas alumni internasional.

Sementara itu, beban program studi tari sekitar 144 SKS yang didistribusikan dalam delapan semester.

2.     Prodi Karawitan

Program Studi Seni Karawitan ISI Denpasar terintegrasi dengan pendirian Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar pada tahun 1967 oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bali.
Prodi Karawitan dimulai pada tahun 1978 ketika pada saat itu lulusannya mendapat diploma Sarjana Seni.
Prodi Karawitan adalah integrasi ISI Denpasar dengan Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSSRD) ) Universitas Udayana.
Hingga saat ini, Departemen Karawitan telah meluluskan 262 Sarjana Seni.
Para siswa di Prodi Karawitan tidak hanya berasal dari Bali, mereka juga berasal dari bagian lain Indonesia dan juga dari negara lain.
Seperti dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Meksiko dan Hongaria.
Seni karawitan Bali telah terkenal secara nasional dan internasional.
Memiliki 36 jenis gamelan di Bali telah memberikan peluang bagi keberadaan dan kegiatan ISI Denpasar untuk mempromosikan interaksinya dalam seni.

Seni dan budaya Bali yang sangat dinamis dan fleksibel terhadap pengembangan budaya global adalah aset utama bagi pengembangan Prodi Karawitan dan ISI Denpasar.

3.     Prodi Pedalangan

Sebagai pusat teori dan praktik Prodi Pedalangan ISI Denpasar mempertahankan teater wayang tradisional dan mempromosikan eksperimentasi wayang melalui kelas reguler, lokakarya, kolokium / seminar, pertunjukan, dan kolaborasi.

Untuk menyelesaikan gelarnya di pertunjukan, setiap siswa dibantu oleh setidaknya dua anggota fakultas yang memenuhi syarat untuk menyusun dan menyajikan pertunjukan wayang inovatif sebagai tugas akhir di hadapan pengulas akademik dan audiensi publik.

Di bawah pendanaan kolaboratif, seperti ANA, IFCD, khususnya Skema Mobilitas dan Pertukaran Akademik (SAMA) yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Indonesia.

Prodi Pedalangan memperluas undangan ramah kepada para seniman dan cendekiawan internasional untuk berkolaborasi secara artistik dan akademis dalam penelitian, kinerja , dan publikasi.

Ikuti kami di
KOMENTAR
336 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved