Cerita Rita Proboweni Pemilik Usaha Kue Kering Homemade

Rita Proboweni adalah salah satu pengusaha kue kering home made di Kota Denpasar yang telah menekuni industri rumahan kue kering sejak 5 tahun lalu.

Rita Proboweni
Rita Proboweni adalah salah satu pengusaha kue kering home made di Kota Denpasar yang telah menekuni industri rumahan kue kering sejak 5 tahun lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR – Rita Proboweni adalah salah satu pengusaha kue kering home made di Kota Denpasar yang telah  menekuni industri rumahan kue kering sejak 5 tahun lalu.

Industri rumahan ke keringnya bernama ‘Rita Cookies’ tersebut beralamat di Gang Mekarsari, Jalan Tukad Buaji, Sesetan, Denpasar.

Sebelum menekuni industri rumahan kue keringnya tersebut, Rita adalah berprofesi sebagai penyanyi.

Namun, setelah pension dari profesinya, ia memilih menekuni industri rumahan kue kering sejak tahun 2015 silam.

“Awalnya ini adalah usaha sampingan saat saya masih berprofesi sebagai penyanyi di hotel-hotel. Saat saya berhenti sebagai penyanyi, akhirnya saya menekuni usaha kue kering ini sudah 5 tahun yang lalu,” cerita wanita asal Probolinggo ini kepada Tribun Bali, Sabtu (16/5/2020).

Aneka ragam kue kering diproduksi Rita diantaranya yaitu nastar, kastengel, sagu keju, semprit, putri salju, dan chocochips.

Rita pun memasarkan kue keringnya tersebut secara offline melalui nomor 0812-3644-7520/0878-3644-1737 dan online di media sosialnya.

Ia menceritakan bahwa industri rumahan kue keringnya tidak hanya aktif berjalan saat menjelang lebaran saja, melainkan juga setiap hari. 

 “Ada saja pesanan mbak. Saya selalu ada persediaan untuk kue keringnya. Saya pasarkan secara online atau offline dengan teman-teman majelis taklim. Saya pasarkan di Denpasar saja. Karena kalau keluar Denpasar pengiriman masih susah” terangnya.

Dalam membuat kue kering, Rita dibantu oleh 3 orang yaitu anak perempuannya dan dua orang tetangganya.

Kue keringnya itu dijual melalui online dan offline untuk chocochips dengan harga Rp 40.000/200 gram, nastar Rp 60.000/275 gram, kastengel Rp 65.000/275 gram, sagu keju Rp 70.000/300 gram, semprit Rp 60.000/300 gram, dan putri salju Rp 60.000/275 gram.

Jika saat lebaran tiba, Rita biasanya mampu menerima orderan kue kering hingga 200 hingga 250 toples kue kering.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

  • Tambun Naibaho

     
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved