Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari, Duta Bahasa Provinsi Bali yang Sempat Tak Miliki Harapan Kuliah

Terlahir dari latar belakang keluarga petani, siapa sangka perempuan berparas cantik bernama lengkap Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari adalah seorang Dut

Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari
Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari 

TRIBUNBALIWIKI.COM, DENPASAR – Terlahir dari latar belakang keluarga petani, siapa sangka perempuan berparas cantik bernama lengkap Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari adalah seorang Duta Bahasa Provinsi Bali tahun 2020.

Kecintaan terhadap bahasa, mengantarnya menjadi Duta Bahasa Provinsi Bali yang dilaksanakan secara daring di tengah pandemi Covid-19 pada 22 Mei 2020 lalu.

Trisna, sapaan akrabnya, sempat tak memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebab kondisi keluarganya hidup pas-pasan.

Berkat beasiswa yang didapatannya, Trisna akhirnya melanjutkan pendidikannya.

Namun, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Trisna memanfaatkan kemampuannya dengan cara bekerja menjadi seorang pewara ataupun MC disela-sela kesibukannya menempuh pendidikan.

Agar mengenal lebih jauh Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari, simak kutipan wawancara wartawan Tribun Bali bersama Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari.

1.       Sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali, seberapa penting bahasa dan seberapa cinta dengan bahasa?

Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk dapat berkomunikasi dengan manusia yang lain.

Melalui bahasa yang digunakan, maka manusia dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia.

Jadi bahasa sangat penting dalam segala aspek kehidupan, kita bisa lihat bersama bahwa Indonesia memiliki banyak sekali daerah dengan berbagai bahasa yang berbeda, disinilah peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar yang dapat mempersatukan negara Indonesia.

Tidak hanya cinta dengan bahasa Indonesia, ternyata melalui bahasa kita dapat menunjukkan penghargaan dan kebanggaan yang mendalam terhadap budaya bangsa sendiri. Oleh karenanya, bahasa daerah perlu diwariskan kepada generasi muda secara turun temurun untuk melestarikan budaya daerah yang berpotensi menjadi budaya nasional.

Rasa cinta terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah dapat kita mulai dari diri sendiri dengan menunjukkan rasa bangga untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing.

Dewa Ayu Putu Ika Anggarini (Gek Atu)

Ni Putu Chandra

2.       Sebagai anak muda yang menyandang Duta Bahasa Provinsi Bali, dalam keseharian lebih sering menggunakan bahasa apa? Alasannya?

Dalam keseharian di lingkungan keluarga saya lebih sering menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa Bali.

Karena sebagai bentuk pelestarian bahasa ibu juga dan penanaman budaya sejak kecil, karena menurut keluarga kami jika tidak sedari kecil diajarkan nanti jika sudah besar akan agak sulit untuk memahami budaya Bali dan kecintaan terhadap warisan leluhur.

Selain itu di lingkungan kuliah dan masyarakat saya menggunakan bahasa Indonesia, karena tidak semua orang yang menetap di Bali berasal dari daerah Bali, jadi agar tidak menimbulkan salah persepsi jadi saya menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar komunikasi saya dengan teman-teman dan masyarakat sekitar.

3.       Apakah latar belakang Trisna dari keluarga yang memang kecakapan berbahasanya sangat baik atau malah dari keluarga biasa saja? Karena melihat Trisna juga berprofesi sebagai MC dan moderator dan tidak semua orang bisa melakukan itu.

Latar belakang saya hanyalah anak seorang petani, kedua orang tua saya seorang petani dan hanya tamatan SMP, jadi jika ditanya tentang kecapakan berbahasa, tidak begitu baik seperti anak lainnya.

Tetapi saya punya tekad walaupun kedua orang tua saya tamatan SMP, kakek nenek saya pun tidak tamat SD karena faktor ekonomi, tetapi saya ingin merubah citra keluarga saya dengan usaha kecil yang bisa saya lakukan dengan cara mengikuti semua kegiatan perlombaan dan memenangkannya.

Itu merupakan suatu kebanggaan yang bisa saya berikan walaupun tidak dalam bentuk materi, tetapi meskipun latar belakang keluarga saya seperti itu, sejak kecil saya diajarkan tentang berperilaku  yang baik, pendidikan moral dan selalu bersyukur.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved