Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari, Duta Bahasa Provinsi Bali yang Sempat Tak Miliki Harapan Kuliah

Terlahir dari latar belakang keluarga petani, siapa sangka perempuan berparas cantik bernama lengkap Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari adalah seorang Dut

Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari
Ni Luh Putu Trisna Yunita Sari 

awalnya karena faktor keluarga yang seperti itu saya tidak punya harapan untuk bisa berkuliah seperti teman-teman sebaya saya.

Tetapi itu tidak mengurungkan niat saya untuk berjuang mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, akhirnya dengan semua pendidikan moral yang keluarga saya berikan dan campur tangan Tuhan saya bisa berkuliah dengan beasiswa.

Untuk membiayai keperluan sehari-hari saya mengambil pekerjaan sampingan yaitu mengasah kemampuan saya di bidang public speking sebagai seorang pewara atau MC.

UNIVERSITAS UDAYANA (UNUD)

4.       Sejak kapan menyadari kemampuannya di bidang public speaking? Apakah memang ikut kursus sejak dulu atau bagaimana?

Saya mulai menyadari kemampuan public speaking saya sejak SMK.

Pertama kali saya ikut lomba dharma wecana atau pidato dalam bahasa Bali alus dalam kegiatan Bulan Bahasa.

Kemudian saya ditunjuk untuk mewakili sekolah mengikuti lomba dharma wecana di tingkat Kabupaten dan astungkara memperoleh juara 1.

Kemudian saya aktif juga dalam segala macam lomba seperti lomba membaca puisi, ajang pemilihan Jegeg Bagus Tabanan yang juga menggunakan 3 bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing.

Dalam ajang ini saya juga mendapatkan predikat sebagai Presenter Jegeg Terbaik, lalu sempat mengikuti  lomba bilingual secretary yang menggunakan bahasa inggris juga, dan astungkara mendapatkan juara 1 di tingkat provinsi, kemudian mewakili Bali ke tingkat nasional di Solo tetapi hanya sampai harapan 1.

Lalu saat di bangku perkuliahan saya mulai mengasah kemampuan sebagai MC dan mengikuti berbagai ajang lomba di bidang public speaking seperti mengikuti lomba presenter dan lomba MC.

Tahun 2018 saya mendapatkan juara 2 lomba MC pada acara BMC di kampus.

Kemudian saya coba lagi di tahun 2019 dan mendapatkan juara 1, pada akhirnya saya mewakili Bali di tingkat nasional dalam ajang Business  Administration Competition Politeknik dan Sekolah Vokasi se-Indonesia di Samarinda dan mendapatkan harapan 1.

Untuk kursus public speaking saya baru mulai sejak tahun 2019 karena ingin mendalami di bidang ini.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved