Gung Mas Pemayun Rilis Single Kanda Pat

Gung Mas Pemayun, salah satu penyanyi cilik kembali merilis sebuah lagu berjudul 'Kanda Pat'. 'Kanda Pat' secara resmi dirilis melalalui kanal youtub

Istimewa/Agung Widiantari
Gung Mas Pemayun Rilis Single 'Kanda Pat' 

TRIBUN-BALIWIKI.COM, DENPASAR - Gung Mas Pemayun, salah satu penyanyi cilik kembali merilis sebuah lagu berjudul 'Kanda Pat'.

'Kanda Pat' secara resmi dirilis melalalui kanal youtube Gung Mas Pemayun sejak 10 Juli 2020 lalu tepat pada perayaan ulang tahun Gung Mas yang ke-13.

Lagu 'Kanda Pat' memiliki makna tentang empat saudara atau catur sanak yang dimiliki manusia sejak lahir.

Yaitu darah, ari-ari, air ketuban dan tali pusar.

Total Remisi Sara Connor 13 Bulan 10 Hari dan Bebas Setahun Lebih Cepat

Dimana keempat saudara itulah yang menjaga manusia sejak lahir maka dari itu tidak boleh lupa dengan keempat saudara tersebut.

"Sebenarnya lagu ini rilis sejak tanggal 10 Juli 2020 pas saat perayaan ultahnya Gung Mas yang ke 13 tahun di Jero Jambe Banjar Tegaltamu, Batubulan. Saat itu hanya ada Gung Mas dan keluarga serta beberapa orang diundang yaitu yang terlibat dalam penggarapan single ini. Seperti video director yaitu Yasa Sega, pencipta lagunya Guss Saka dan lainnya," jelas Agung Widiantari, ibunda Gung Mas saat dihubungi Tribun Bali, Sabtu (18/7/2020).

Lagu 'Kanda Pat' diciptakan oleh Gus Saka ini berdurasi selama 4 menit 21 detik.

GKB Launching Single dan Video Klip Tuah Buat Adi

Sementara, penggarapan video oleh Yasa Sega yang berlokasi di rumah kediaman Gung Mas di Jero Jambe Banjar Tegaltamu, Batubulan, Beji Tegal Tamu Batubulan, serta di studio Om Sem di Jalan Sekar Tunjung, Jalan Gatot Subtoro Timur, Denpasar.

Dala video klip melibatkan 4 orang pria sebagai penari latar yang berpakaian merah, putih, kuning, dan hitam.

Kemudian diakhir klip ada Gung Mas yanh dikelilingi 4 penari latar wanita.

"Ini shootingnya video klip sebelum wabah corona diumumkan masuk di Indonesia. Waktu pengambilan sempat hujan gerimis dimana rencana awal ambil di bawah air terjun. Tetapi tidak jadi dilokasi tersebut karena gerimis," sambungnya.

Dari lagu ini diharapkan sebagai manusia agar senantiasa melaksanakan upacara atau banten sebagai wujud terima kasih kepada 4 saudara atau catur sanak.

"Kita lahir ke dunia tidak sendiri bareng dengan 4 saudara kita. Maka dari itu jangan lupa engan mereka kalau di Bali biasanya ada upacara atau Banten sebagai wujud terima kasih sudah menjaga kita dengan setia," tutupnya.

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved