Hari Anak Nasional, Denpasar Ditunjuk Menjadi Lokasi Best Practices Kota Layak Anak Indonesia-Iran

Bincang Anak Kota Denpasar bertajuk 'Berani Berkarya Sejak Dini' dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, Rabu (22/7/2020)

Noviana Windri
Bincang Anak Kota Denpasar secara virtual bertajuk 'Berani Berkarya Sejak Dini' dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, Rabu (22/7/2020) 

TRIBUNBALIWIKI.COM, DENPASAR - Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, Forum Anak Denpasar menggelar Bincang Anak Kota Denpasar bertajuk 'Berani Berkarya Sejak Dini', Rabu (22/7/2020).

Narasumber dalam Bincang Anak Kota Denpasar yaitu I Kadek Wahyusita selaku Ketua Yayasan Penggak Men Mersi, AA. Gede Agung Wedhatama selaku Ketua Komunitas Petani Muda Keren, Kadek Soto Meranggi selaku penghobi layangan.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan kreatifitas anak menjadi modal penting dan paling kuat yang harus dimulai sejak dini untuk pengembangan diri.

Namun, permasalahnya saat ini adalah apa yang anak-anak lakukan di tahun 2019 berbeda dengan tahun 2020 dimana pandemi Covid-19 melanda. 

"Saat ini kita perlu dilakukan pemikiran yang ekstraordinary untuk mampu bertransformasi. Kita tidak boleh menyerah begitu saja. Tetapi kita juga tidak boleh mengorbankan kreatifitas anak-anak. Harus dimulai sejak dini, terprogram dan terlatih. Dan dalam kondisi seperti ini menjadi tantangan yang sangat berat," jelasnya.

Lebih lanjut, Rai Mantra mengatakan tidak ada satu pun daerah bahkan negara yang mempunyai pengalaman mengatasi  wabah seperti saat ini.

Psikologi Anak Belajar di Tengah Pandemi

Sebagai contoh, ia menilai apa yang telah dilakukan oleh Forum Anak Denpasar merupakan suatu hal yang membanggakan. 

Sebab, anak-anak di bawah umur 18 tahun mampu mengatur acara Bincang Anak Kota Denpasar di tengah pandemi dengan tidak mematikan kreativitas.

"Selamat kepada anak-anak di Indonesia yang besok merayakan Hari Anak Nasional. Ke depan harapannya kita bisa menyambut generasi emas yang tentunya bisa menjadi lebih baik. Kita tidak boleh berhenti meski dalam situasi pandemi. Anak-anak juga mengalami kesulitan, sekolah bahkan untuk bermain. Ini menjadi PR kita bagaimana caranya menyelematkan anak-anak. Ini memang sangat menyedihkan dan harus ditanggulangi dengan baik," pungkasnya.

Sementara, Lenny N. Rosalin Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA RI menjelaskan pada tahun 2030 nanti Indonesia ditargetkan menjadi Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

Dan yang menjadi kehormatan, Denpasar ditunjuk menjadi lokasi untuk best pactices Kota Layak Anak antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Iran.

"Kemarin wakil presiden Iran telah berbicara dengan Ibu Menteri PPPA dan kami memutuskan bahwa best practices (praktik terbaik) untuk kota layak anak di Indonesia adalah Denpasar. Dimana, Denpasar bersaing dengan 514 kabupaten/kota di Indonesia," ungkapnya. 

Intan Laksmi

Alasan dipilihnya Denpasar menjadi best practices adalah pertama pada tahun 2019 pertama kalinya menjadi Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama.

"Di sini peran anak-anak juga menjadi salah satu yang harus mendukung. Kami sangat mengapresiasi Walikota Denpasar dan tim. Karena di balik proses mengevaluasi proses Kota Layak Anak ini ada 29 kementerian lembaga yang bertugas mengevaluasi. Karena tidak mudah untuk mendapatkan penghargaan ini," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved