Bersepeda Lebih Dari 5 Jam per Minggu Bisa Sebabkan Masalah Pada Prostat?

Bersepeda Lebih Dari 5 Jam per Minggu Bisa Sebabkan Masalah Pada Prostat?

TRIBUNPONTIANAK/Anesh Viduka
Ilustrasi bersepeda. 

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Rutin berolahraga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan seksual seseorang.

Di masa pandemi Covid-19, bersepeda banyak digandrungi oleh masyarakat dan tak sedikit dari para pria.

Lalu apakah benar tren bersepeda bisa sebabkan disfungsi ereksi seorang pria?

Dokter spesialis Andrologi Kasih Ibu Hospital (KIH) Denpasar, dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked, M. Biomed, Sp.And menjawab belum ada literatur yang menyebutkan adanya korelasi antara bersepeda dengan gangguan fungsi seksual.

Namun, dari asosiasi atau perkumpulan ahli urologi Eropa menyebutkan bahwa jika seseorang bersepeda dalam waktu yang lama maka akan menyebabkan masalah pada organ intim pria atau tepatnya pada prostat.

"Di sama disarankan jangan bersepeda jarak jauh. Terutama juga jangan waktu yang lama. Jangan lebih dari 5 jam/minggu," paparnya dalam youtube Kasih Ibu Hospital dengan topik ‘Apa Kabar Ereksi Anda Hari Ini?’ yang diakses pada Jumat (25/9/2020).

Berikut tips bersepeda yang sehat berdasarkan halaman resmi alodokter.

4 Tipe Ereksi yang Wajib Diketahui Setiap Pria Menurut Dokter I Gusti Ngurah Pramesemara

1.     Dayungan pedal yang ideal pada umumnya berkisar 60-80 putaran per menit (rpm), berbeda dengan pembalap sepeda yang bisa mengayuh pedal di kisaran 80-100 rpm.

2.     Cobalah untuk sesekali memvariasikan posisi tubuh dan tanganmu. hindari berpegangan pada bagian melengkung stang untuk waktu yang lama. Hal ini dapat membuat kram pada tangan, bahu, dan leher.

3.     Aktivitas bersepeda selama 2-3 jam seminggu membantu mencegah kenaikan berat badan. Lakukan rutinitas mendayung sepeda paling tidak 30 menit per hari. Tribunners bisa memulainya di medan datar untuk 3-4 minggu pertama.

4.     Ciri-ciri ideal sepeda yang tepat adalah untuk sepeda umum, harus ada jarak 2,5-5 cm antara pangkal paha dengan top tube alias kerangka sepeda bagian atas yang menghubungkan stang dengan jok. Sedangkan untuk sepeda gunung, setidaknya ada jarak 5 cm antara pangkal paha dan top tube.

5.     Ketika pedal berada di titik terendah dalam rotasi, idealnya posisi kaki sedikit menekuk.

6.     Tekuk siku sedikit saja sehingga tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan setang.

(TRIBUNNEWSWIKI, NOVIANA WINDRI)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved