Pengaruh Negatif Pada Tingkat Kesuburan Pria dan Wanita

Pengaruh Negatif Pada Tingkat Kesuburan Pria dan Wanita. Pendidikan seks tidak ditujukan untuk mengajarkan tentang hubungan seksual.

pixabay
Tingkat kesuburan pria dan wanita 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pendidikan seks tidak ditujukan untuk mengajarkan tentang hubungan seksual.

Namun memberi pengetahuan tentang upaya yang diperlukan untuk menjaga organ reproduksi.

Pendidikan seks ini penting diberikan sejak dini terutama sejak seorang anak beranjak remaja.

Masa remaja terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu remaja awal (12-15 tahun), remaja pertengahan (15-18 tahun), dan remaja akhir (18-21 tahun).

"Kesuburan atau fertilitas merupakan tolak ukur bagi laki-laki maupun perempuan untuk bisa memiliki anak. Kalau infertilitas atau mandul itu pasangan suami istri tidak bisa menghasilkan keturunan dalam kurun waktu 1 tahun," jelas dr. Rinto Riantori, Sp, OG dalam kullwap Berani Berencana, Minggu (28/9/2020).

Lebih lanjut, beberapa hal yang mempengaruhi tingkat kesuburan pada laki-laki adalah impoten atau ejakulasi dini, radiasi, suhu skrotum tinggi, merokok, alkohol dan kafein, stress, depresi, berat badan, hingga konsumsi obat-obatan terlarang.

Daftar Perkiraan Biaya Persalinan Normal di Bali Royal Hospital

4 Tipe Ereksi yang Wajib Diketahui Setiap Pria Menurut Dokter I Gusti Ngurah Pramesemara

"Sinar radiasi juga berpengaruh untuk tingkat kesuburan. Bisa ditemukan pada sinar TV dan komputer. Namun itu sangat kecil sekali dengan kemajuan teknologi yang canggih sekali. Radiasi yang tingga ada pada sinar X," tambahnya.

Secara teori, kualitas sperma dipengaruhi oleh suhu, sperma akan rusak jika suhunya panas, lalu jika seseorang mandi dengan air hangat kurang lebih 15 menit tidak berpengaruh pada tingkat kesuburan pria.

Sedangkan pada perempuan adalah haid yang menyakitkan, tangan dan kaki selalu dingin, PCOS atau sindrom ovarium polistik, gangguan pada rahim, kerusakan tuba, keputihan kronis, obesitas, tubuh terlalu kurus, olahraga terlalu berat, tress, depresi, hingga konsumsi obat-obatan terlarang.

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved