Ancaman Bahaya Gangguan Sulit Tidur

Tidak sedikit orang mengalami gangguan sulit tidur tanpa sebab-sebab yang pasti. Badan sudah di atas kasur, tetapi mata enggan diajak tidur.

pixabay
Insomnia 

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR – Tidak sedikit orang mengalami gangguan sulit tidur tanpa sebab-sebab yang pasti.

Badan sudah di atas kasur, tetapi mata enggan diajak tidur.

Atau ada juga yang tidur hanya sebatan memejamkan mata saja.

Keadaan gangguan sulit tidur bisa menjadikan seseorang menjadi kecanduan pada obat-obatan untuk membantu tidur.

Gangguan sulit tidur merupakan keluhan yang paling umum ditemui.

Psikiater Klinik SMC, dr. I Gusti Rai Wiguna, SpKJ menjelaskan waktu tidur seseorang sejatinya berbeda-beda meski pada umumnya berdurasi 7-10 jam/hari.

Tetapi indikator yang paling tepat untuk merasakan kualitas tidur cukup adalah ketika bangun tidur tubuh terasa segar atau tidak.

“Bukan soal kemarin tidur jam berapa bangun jam berapa. Tetapi bangun tidurnya segar atau tidak. Karena ada yang tidurnya panjang, tetapi saat bangun tetap merasa lelah. Itu juga sebuah gangguan. Jadi jangan menghitung kualitas tidur kita hanya dengan lama tidur kita,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, berbeda umur maka berbeda pola tidur.

Baca juga: Mengenal Gejala dan Jenis Gangguan Tidur atau Insomnia

Ketika bayi baru lahir (0-3 bulan) bisa tidur selama 14-17 jam perhari.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved