Mengenal Gejala dan Jenis Gangguan Tidur atau Insomnia

Mengenal Gejala dan Jenis Gangguan Tidur atau Insomnia Mengenal Gejala dan Jenis Gangguan Tidur atau Insomniavv

pixabay
Insomnia 

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR – Tidak sedikit orang mengalami gangguan sulit tidur tanpa sebab-sebab yang pasti.

Badan sudah di atas kasur, tetapi mata enggan diajak tidur.

Atau ada juga yang tidur hanya sebatan memejamkan mata saja.

Keadaan gangguan sulit tidur bisa menjadikan seseorang menjadi kecanduan pada obat-obatan untuk membantu tidur.

Gangguan sulit tidur merupakan keluhan yang paling umum ditemui.

Psikiater Klinik SMC, dr. I Gusti Rai Wiguna, SpKJ mengatakan 90 persen gangguan sulit tidur atau insomnia didiagnosa bukanlan insomnia.

Misal early insomnia sebagian besar karena gangguan kecemasan dimana sulit memulai untuk tidur dan ditambah adanya pikiran-pikiran negatif di masa depan, terlalu fokus pada apa yang terjadi di dalam diri.

Lead insomnia sendiri adalah kebalikan dari early insomnia atau artinya yang gangguan tidur yang disebabkan oleh gangguan mood atau depresi, memikirkan masa lalu, hingga gampang mellow.

Baca juga: Hari Penglihatan Sedunia, Ini Daftar Buah dan Sayur Bermanfaat Sebagai Pelindung Mata

“Insomnia itu hanya suatu gejala. Bukan diagnosis. Yang diatasi bukan insomnianya. Melainkan penyebabnya yang ditangani. Makanya hati-hati ketika merasa sulit tidur lalu cari pil tidur saja. Kita harus mengatasi sumbernya,” paparnya dalam youtube Klinik SMC ‘Solusi Tepat Sulit Tidur’ diakses pada Selasa (20/10/2020).

Terlebih di masa pandemi Covid-19, dr. I Gusti Rai Wiguna, SpKJ mengungkapkan bahwa saat ini lebih banyak pasiennya mengalami sulit tidur karena gangguan kecemasan disebabkan oleh ketidakpastian.

Beberapa gejala gangguan sulit tidur berdasarkan website resmi Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak MenularDirektorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian  Penyakit (P2PTM) Kemenkes RI.

Bangun dan tidur pada waktu yang tidak teratur.
Kesulitan tidur pada malam hari.
Tungkai yang bergerak tanpa perintah pada saat ingin tertidur.
Bernapas dengan irama yang tidak normal saat tidur.
Mengalami mimpi buruk, ketakutan, berteriak, atau berjalan ketika tidur.
Mendengkur, tersedak, mengertakkan gigi, atau berhenti bernapas selama sesaat, ketika sedang tidur.
Sering terbangun saat sudah tertidur dan sulit untuk tidur kembali.
Merasa tidak dapat menggerakkan badan ketika bangun tidur.
Sering mengantuk pada siang hari, sehingga dapat tiba-tiba tertidur pada waktu yang tidak wajar, misalnya saat mengemudi.
Kesemutan atau merasakan sensasi yang menjalar ke tangan dan kaki.
Otot terasa lemah atau sering merasa lelah.
 

Berikut ini 5 jenis gangguan sulit tidur yang sering terjadi diantaranya

1.     Insomnia

Insomnia adalah kondisi ketika seseorang merasa kesulitan untuk tidur atau butuh waktu yang sangat lama untuk tidur.

Insomnia dapat disebabkan oleh kebiasaan sebelum tidur yang tidak baik, gangguan mental, atau penyakit tertentu.

2.     Hipersomnia

Hipersomnia adalah kondisi di mana kebutuhan tidur sangat panjang, yang menyebabkan penderitanya selalu mengantuk di siang hari.

Ada berbagai hal yang menyebabkan hipersomnia atau tidur berlebihan.

Salah satunya yaitu depresi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved