Suka Duka Relawan dan Petugas PMI Bali di Tengah Pandemi Covid-19

Suka Duka Relawan dan Petugas PMI Bali di Tengah Pandemi Covid-19 Suka Duka Relawan dan Petugas PMI Bali di Tengah Pandemi Covid-19 Suka Duka Relawan

Istimewa/PMI Bali
Suka Duka Relawan dan Petugas PMI Bali di Tengah Pandemi Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjadi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan sebuah panggilan jiwa demi misi kemanusiaan.

Terlebih menjadi relawan PMI yang juga mengharuskan menjadi relawan Covid-19 selama masa pandemi berlangsung.

Di saat banyak orang memilih untuk tidak keluar rumah, para relawan PMI Bali juga turut terlibat dalam menekan angka penyebaran covid-19 yang semakin tinggi.

Ada beberapa bidang yang melibatkan para relawan PMI Bali yaitu bidang mitigasi, bidang edukasi dan promosi kesehatan, dan bidang pelayanan sebagai operasi respon pandemi.

Kepala Divisi Pelayanan Kesehatan PMI Provinsi Bali, Eko Wardani menjelaskan pada awal operasi respon pandemi memang banyak relawan yang tidak bertemu keluarga.

Bahkan, banyak orang tua para relawan yang tidak mengijinkan anak-anaknya untuk bertugas karena takut tertular Covid-19.

"Banyak ketakutan dan kekhawatiran. Namun karena kami relawan dan petugas PMI, ada tugas kemanusiaan yang harus dilaksanakan," terangnya kepada Tribun Bali, Senin (19/20/2020).

Namun, para petugas PMI Bali terus mengadvokasi orang tua, memberikan sosialisasi, dan meyakinkan bahwa ada protokol kesehatan yang dipenuhi.

Baca juga: Pertemuan Perdana Pengurus PMI Bali 2020-2025, Tetap Eksis Respon Covid-19

Tidak hanya itu, juga diasuransikan dan dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) oleh PMI.

Saat ditanya kapan waktu terberat PMI Bali dalam menjalankan tugasnya, Eko Wardani mengaku pada saat awal pandemi masuk ke Indonesia.

Yaitu pada bulan April hingga September.

"Saat itu yang terberat saat awal pandemi ini. Dan mengedukasi masyarakat yang tidak mengerti. Ke pasar-pasar dan jalan-jalan setiap hari. Hingga ke rumah-rumah isolasi. Kami keliling Bali untuk memonitor kegiatan. Memastikan relawan bekerja dengan aman dan terlindungi di tengah minimnya sumber daya seperti APD, alat dan bahan," sambungnya.

Mandat PMI sendiri adalah melakukan mitigasi dan edukasi promosi kesehatan kepada masyarakat agar kasus tidak bertambah.

Baca juga: Ancaman Bahaya Gangguan Sulit Tidur

Lalu memberikan dukungan kepada masyarakat yang sudah sembuh atau keluarganya yang sakit agar tidak ada diskriminasi.

Mendukung penyediaan Plasma Konvalesen melalui unit donor darah.

Membantu pemerintah dalam evakuasi atau rujukan pasien covid-19.

Menyediakan rujukan ambulans bagi masyarakat covid-19 untuk dilakukan swab test atau isolasi secara terpusat.

Juga pelayanan evakuasi jenazah Covid-19.

"Kalau untuk layanan ambulans setiap 8 jam ganti shift. Untuk petugas spraying 3 jam maksimal 5 jam dengab pergantian setiap 30 menit. Untuk edukasi menyesuaikan dengan jam kegiatan masyarakat," ungkapnya.

Sementara, PMI Kabupaten Gianyar dan Badung yang saat ini melaksanakan layanan mobil jenazah dan pemakaman jenazah covid-19.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved