Human Interest Story

Profil IGN Jayanegara, Melarat di Masa Kecil, Kini Jadi Wakil Wali Kota Denpasar

Siapa yang tidak kenal I Gusti Ngurah Jayanegara, S.E., hampir semua warga Kota Denpasar mengenal dia sebagai salah satu pemimpin di ibukota Provinsi

Editor: Dwisuputra

Saat bersekolah di SMANSA, ia juga sempat menjadi tukang catat meteran listrik PLN dengan berkeliling dari satu rumah ke rumah di Kota Denpasar untuk menambah uang saku dan membayar SPP.

“Waktu SMP saya malah jadi kernet bemo, bapak punya mobil datsun, SMA juga saya masih keliling jadi tukang catat meteran listrik,” paparnya.

Setamatnya dari pendidikan di SMA Negeri 1 Denpasar pada 1985, ia kembali dilanda dilema. Ia tidak ingin membebani kedua orangtuanya dengan biaya kuliah yang terbilang tidak sedikit jumlahnya, apalagi ayahnya saat itu sedang sakit.

Namun kembali Sang Ayah meyakinkan dirinya. Ayahnya yang sangat dicintai tersebut bersedia mendukung pendidikannya hingga Gusti Jayanegara berhasil meraih gelar sarjana.

Berkat dukungan dari Sang Ayah itulah, Gusti Jaya Negara akhirnya yakin dan percaya diri melanjutkan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Keuangan Universitas Pendidikan Nasional alias Undiknas yang ia tamatkan dengan menggondol gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1991 dan langsung bekerja sebagai bankir di sebuah bank swasta di Denpasar.

“Tamat sekolah saya nggak mau kuliah, karena bapak sakit, bapak memaksa saya kuliah akhirnya saya kuliah, setelah kuliah tamat, karena bapak politisi seorang PNI tulen sampai berhenti jadi kepala sekolah demi menjalankan idealismenya itu,” paparnya.

Namun, sebagaimana prinsip hidupnya yang menjalani hidup dengan mengalir dan tidak neko-neko. Nasib mujur berpihak padanya saat peralihan dari Orde Baru ke Reformasi.

Saat itu, bank tempat ia bekerja bangkrut sehingga ia harus berhenti sebagai seorang bankir. Di saat itu lah, ia yang memang sejak muda era tahun 80-an, Gung Jaya telah sering dilibatkan oleh ayahnya dalam dunia kepartaian yakni di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dicalonkan sebagai Calon Anggota DPRD Kota Denpasar dari PDI Perjuangan (evolusi PDI di masa reformasi) dan terpilih duduk di kursi dewan.

“Lulus kuliah akhirnya saya bekerja di sebuah bank, tahu-tahu banknya macet saat 98, karena reformasi, ya saat itu bapak saya punya link politik dekat dengan Ida Cokorda Sayoga bapaknya Ajung Puspayoga yang saat itu ketua DPC saya masuk menjadi salah satu anggota dewan,” katanya.

Tidak pernah terbesit dalam pemikirannya ia akan duduk sebagai orang yang cukup berpengaruh. Dalam benaknya hanya ada keinginan untuk menjalani masa kini dengan sebaik-baiknya dan membiarkan hari esok menjadi sebuah misteri yang tak dapat diganggu gugat.

Sehingga apapun yang terjadi terhadap dirinya di masa depan adalah sebuah tabir yang menjadi urusan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ia kemudian masuk menjadi Wakil Wali Kota Denpasar menggantikan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang naik kelas ke posisi Wali Kota akibat AAGN Puspayoga terpilih sebagai Wagub Bali di Pilgub 2008.

Pertemuannya dengan Rai Mantra sebagai pasangan yang maju di Pilkada Kota Denpasar akhirnya membawa kesuksesan.

Masyarakat Denpasar menaruh kepercayaan besar pada duet pasangan ini sehingga pada pemilihan kepala daerah tahun 2010 menjadi awal masa kepemimpinan mereka.

Kemudian di tahun 2015 masyarakat lagi-lagi memberikan amanat kepada Gusti Jayanegara dan Rai Mantra untuk menahkodai pemerintahan Kota Denpasar hingga tahun 2020 yang akan datang.

Keberhasilan ini tentu disambut Gusti Jayanegara dengan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta.

“Sama sekali tidak terbesit di benak saya masuk politik, dua kali di DPRD saya jadi ketua PAC lalu ketua DPC, waktu itu ada pemilihan gubernur 2008, saat itu Pak Puspayoga yang dulu Walikota nyalon gubernur, beliau jadi, ya itu kan kosong otomatis Pak Wali yang dulu wakil jadi wali kota, saya dapat mukjizat lagi, karena ketua DPC saya diberi mandate sebagai Wakil Walikota sampai saat ini, tidak ada yang istimewa dalam hidup saya, semua anugerah Tuhan,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved