Wiki Bali

Sejarah Dam Oongan Denpasar, Berawal dari Pengorbanan Ki Sawunggaling Bagi Warga

Dasar bendungan ini berasal dari tubuh seseorang bernama Ki Sawunggaling. Ia dengan sukarela menjadi dasar empelan bendungan kala itu

Editor: Alfonsius
Tribun Bali/A A Sri Kusniarti
Dam Oongan Denpasar 

Laporan wartawan Tribun Bali, A A Sri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM - Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki pesona alam yang luar biasa.

Panorama alam yang indah, tempat-tempat bersejarah dan adat-istiadat yang unik di Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatwan untuk datang ke Pualu Para Dewa ini.

Sejumlah tempat-tempat wisata di Bali menyimpan kisahnya tersendiri, mulai dari yang berbau mistis, religius hingga pengaruh peradaban moderen

Baca juga: Kamu Harus Tahu, Berikut Jenis-jenis Canang dan Fungsinya

Baca juga: Profil IGN Jayanegara, Melarat di Masa Kecil, Kini Jadi Wakil Wali Kota Denpasar

Baca juga: Solusi Tepat Atasi Gangguan Sulit Tidur

Baca juga: Gelar Mini Konser di Tengah Pandemi, Soullast: Awalnya Lumayan Menyulitkan

Salah satunya adalah Dam Oongan yang terletak di tengah Kota Denpasar

Dam Oongan, memiliki kisah dan misteri yang selalu unik untuk diungkap.

Banyak yang percaya, bendungan ini angker, dan memiliki aura mistis yang kuat.

Hal ini terlihat, saat Tribun Bali menyusuri dam yang terletak di Jalan Noja Saraswati, Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar ini.

Pohon-pohon besar dan arus sungai berwarna kecoklatan memberi kesan mistis yang kuat.

Ditambah adanya pura, dan pelinggih menambah aura religius di sekitar area bendungan ini.

Namun siapa sangka, di balik mistis dan misteriusnya dam ini, ada kisah heroik dibaliknya.

Kisah ini diceritakan Jro Mangku Wayan Sarga, pada Tribun Bali, Rabu (21/10/2020).

Pemangku Pura Dalem Bugbugan Pucuk Danu ini, menceritakan kisah sebelum dam ini ada.

“Dahulu cerita nenek moyang saya, dasar bendungan ini berasal dari tubuh seseorang bernama Ki Sawunggaling. Ia dengan sukarela menjadi dasar empelan bendungan kala itu,” jelasnya kepada Tribun Bali.

Ki Sawunggaling ini dikisahkan, merupakan patih atau orang kepercayaan Raja Pamecutan kala itu, Cokorda Pamecutan.

Zaman itu, terjadi kekeringan melanda wilayah Kesiman dan sekitarnya. Sehingga warganya mengungsi ke kerajaan Badung.

“Dahulu tidak ada air, wilayah itu adalah hutan,” katanya.

Agar rakyatnya tidak kelaparan, dibuatlah saluran irigasi dengan membendung air sungai.

Dasar bendungan inilah dari manusia, yaitu Ki Sawunggaling bersama istrinya.

Hal tersebut dilakukan secara sukarela, demi membantu rakyat yang kelaparan karena kekeringan zaman itu.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
609 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved