Fakta atau Mitos Rajin Berolahraga Jantung Seseorang Pasti Sehat

Anggapan seseorang yang rajin berolahraga dan memiliki badan atletis sudah pasti memiliki jantung yang sehat adalah mitos.

Tribun Bali
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Kasih Ibu Denpasar, Ni Wayan Lena Agustini, SpJP FIHA dalam segmen Bli Ojan Jeg Lais 'Mitos atau Fakta, Rajin Berolahraga Jantungnya Sehat' 

TRIBUN-BALIWIKI.COM, DENPASAR - Banyak orang yang beranggapan bahwa seseorang yang rajin berolahraga dan memiliki badan atletis sudah pasti memiliki jantung yang sehat.

Namun, kita seringkali dibuat kaget ketika mendengar seseorang yang rajin berolahraga meninggal akibat serangan jantung.

Lalu fakta atau mitos orang yang sering berolahraga selalu punya jantung yang sehat?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Kasih Ibu Denpasar, Ni Wayan Lena Agustini, SpJP FIHA menjelaskan bahwa anggapan seseorang yang rajin berolahraga dan memiliki badan atletis sudah pasti memiliki jantung yang sehat adalah mitos.

Dijelaskannya tidak ada yang bisa menjamin badan kurus tidak akan terkena penyakit jantung.

Maupun orang yang gemuk pasti akan terkena penyakit jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Kasih Ibu Denpasar, Ni Wayan Lena Agustini, SpJP FIHA dalam segmen Bli Ojan Jeg Lais 'Mitos atau Fakta, Rajin Berolahraga Jantungnya Sehat'
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Kasih Ibu Denpasar, Ni Wayan Lena Agustini, SpJP FIHA dalam segmen Bli Ojan Jeg Lais 'Mitos atau Fakta, Rajin Berolahraga Jantungnya Sehat' (Tribun Bali)

"Kita tidak tahu kadar kolesterol pada orang. Bisa saja dia kurus tetapi ternyata kadar kolesterolnya tinggi sekali atau dia mengalami gejala awal diabetes. Jadi belum tentu," jelasnya dalam youtube Tribun Bali berjudul 'Mitos atau Fakta, Rajin Berolahraga Jantungnya Sehat' diakses pada Senin (2/11/2020).

Ni Wayan Lena Agustini, SpJP FIHA menyarankan siapapun orangnya untuk melakukan deteksi dini atau screening awal untuk mendeteksi adanya gangguan atau resiko penyakit jantung.

Dikutip dari websiter resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terdapat beberapa gejala penyakit jantung koroner diantaranya.

1. Nyeri dan rasa tidak nyaman di dada tengah, dada kiri atau epigastrium, menjalar ke leher, bahu kiri dan tangan kiri, serta punggung

2. Seperti tertekan, diremas-remas terbakar atau ditusuk.

3. Dapat disertain keringat dingin, mual, muntah, lemas, pusing melayang, serta pingsan.

4. Timbul tiba-tiba dengan intensitas tinggi, berat ringan bervariasi.

(Tribunnewswiki/Noviana Windri)

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved