Kadiskes Bali Bakal Cabut Izin Klinik/RS yang Pasang Tarif Swab Test Mandiri di Atas 900 Ribu

Kementerian Kesehatan telah menetapkan batasan tarif tertinggi yang harus dibayarkan untuk melakukan pengujian PCR atau tes swab mandiri.

Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
TribunBali.com/Noviana Windri Rahmawati
Kadiskes Bali, Ketut Suarjaya saat ditemui Tribun Bali usai menghadiri Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Rabu (28/10/2020). 

TRIBUN-BALIWIKI.COM, DENPASAR - Kementerian Kesehatan telah menetapkan batasan tarif tertinggi yang harus dibayarkan untuk melakukan pengujian PCR atau tes swab mandiri.

Berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) adalah Rp 900 ribu.

Sebagai acuan, dalam perhitungan batas tertinggi, dihitung komponen yang terdiri atas jasa SDM, jasa pelayanan dokter, ekstraksi, dan pengambilan sampel.

Batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri/mandiri.

"Kalau mandiri itu dengan kemauan sendiri untuk keperluan perjalanan misalnya itu memang tidak ada dalam pedoman. Tetapi mereka yang ditemukan dari penelusuran kontak atau contact tracing kasus itu semuanya gratis," ungkap Kadiskes Bali, Ketut Suarjaya saat ditemui Tribun Bali usai menghadiri Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan Provinsi Bali, Rabu (28/10/2020).

Sebelum ditetapkan batas tarif test swab mandiri, tarif swab test mandiri di Bali sendiri berkisar Rp 1,7 juta - Rp 2,5 juta bergantung waktu tunggu hasil tes yang didapatkan.

Baca juga: Daftar Biaya Swab Test PCR Covid-19 Mandiri di 8 Rumah Sakit dan Klinik Denpasar dan Sekitarnya

Baca juga: Rekomendasi Lipcream Untuk Bikin Ombre Lips Harga 20 Ribuan ala Ni Putu Chandra

"Di Bali kita sudah sesuaikan dan mengikuti surat edaran itu. Apalagi di lab pemerintah itu sudah pasti menyesuaikan sesuai pedoman," tambahnya.

Berdasarkan penelusuran Tribun Bali beberapa waktu lalu, baru sedikit rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan swab test mandiri dengan tarif sesuai dengan surat edaran yaitu Rp 900 ribu.

Saat ditanya mengenai hal tersebut, Ketut Suarjaya menegaskan pihaknya akan mencabut izin rumah sakit atau klinik jika tidak mengikuti surat edaran Kementerian Kesehatan tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

"Sementara ini belum ada laporan ke kami. Belum ada laporan. Kalau ada yang lebih dari 900 ribu ya kami tegur. Kalau ada laporkan kepada kami. Kalau tetep bandel ya kami tutup," pungkasnya.

(Tribunnewswiki/Noviana Windri Rahmawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved