Kenali Tanda Kontraksi Palsu Saat Kehamilan dan Cara Meredakannya

Kontraksi palsu biasanya ditandai dengN rasa nyeri yanh timbul sekitar usia kehamilan 6 minggu.

pixabay
Tanda kehamilan. 

TRIBUN-BALIWIKI.COM, DENPASAR - Dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr. Noviyani Sugiarto, SpOG mengatakan kontraksi palsu atau istilah medisnya dengan kontraksi Broxton-Hicks adalah kondisi rahim sporadis disertai relaksasi otot rahim.

Kontraksi palsu biasanya ditandai dengN rasa nyeri yanh timbul sekitar usia kehamilan 6 minggu, tetapi biasanya tidak dirasakan hingga trimester kedua atay ketiga kehamilan.

"Rasa tidak nyaman akan tetapi tidak menyakitkan. Digambarkan seperti kram menstruasi ringan atau pengencangan area perut tertentu yang hilang dan timbul lagi. Tidak semua ibu hamil mengalami kontraksi palsu ini," jelasnya dalam webinar yang digelar oleh KECC, Jumat (30/10/2020) sore.

Terdapat perbedaan antara kontraksi palsu dengan kontraksi persalinan sebenarnya.

Yaitu kontraksi palsy terjadi tidak teratur dalam frekuensi, durasu, dan intensitas; jarang terjadi; tidak dapat diprediksi dan tidak berirama; lebih terasa tidak nyaman dibandingkan nyeri; kontraksi akan berkurang dan menghilang, lalu muncul kembali di masa yang akan datang.

Baca juga: Tandai 4 Tahun Berkarya, HarmoniA Rilis Single ‘Ujung Penantian’

Penyebab terjadinya kontraksi palsu belum diketahui secara pasti.

Namun, keadaan ini memicu wanita menjadi sangat aktif, kendung kemih penuh, aktivitas seksual, dan dehidrasi.

"Semuanya berpotensi menyebabkan stress janin akibat meningkatnya kebituhN aliran darah untuk menyediakan oksigenasi janin," sambungnya.

Ternyata, kontraksi palsu memiliki beberapa manfaat, diantaranya persiapan proses persalinan atau latihan persalinan; tidak menyebabkan pembukaan serviks akan tetapu mungkin berperan dalam pelunakan serviks; dan kontraksi berperN meningkatkan aliran darah ke plasenta, sehingga dapat meningkatkan oksigenisasi janin.

Jika calon ibu mengalami kontraksi palsu dapat meredakannya dengan cara mengubah posisi atau tingkat aktivitas.

Dalam hal ini jika calon ibu sangat aktif, berbaringlah.

Baca juga: 92 Persen Bayi di Rawat Di Rumah Sakit Karena Rotavirus, Ini Pentingnya Pemberian Vaksin Rotavirus

Apabila terlalu lama duduk, sedikit berjalan-jalan.

Selanjutnya yaitu dengan tidur dengan posisi miring ke kiri; relaksasi dengan menghirup napas dalam, minum susu, atau teh hangat.

Bersantai dengan cara mandi air hangat (30 menit), pijat, membaca buku, mendengarkan musik atau tidur siang.

Minum air untuk drehidrasi; dan buanh air kecil apabila kandung kemi dirasa penuh.

(Tribunnewswiki/Noviana Windri Rahmawati)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved