Kontraksi Palsu Kehamilan Berbahaya Jika Ditandai dengan Hal Ini

Kontraksi palsu atau istilah medisnya dengan kontraksi Broxton-Hicks adalah kondisi rahim sporadis disertai relaksasi otot rahim.

pixabay
Tanda kehamilan. 

TRIBUN-BALIWIKI.COM, DENPASAR - Ketika rahim mengalami kontraksi terasa kencang selama beberapa saat lalu rileks kembali biasanya adalah tanda ibu akan segera melahirkan.

Namun, tidak semua kontraksi merupakan tanda persalinanmu sudah semakin dekat.

Bisa saja , hal tersebut merupakan kontraksi palsu.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr. Noviyani Sugiarto, SpOG mengatakan kontraksi palsu atau istilah medisnya dengan kontraksi Broxton-Hicks adalah kondisi rahim sporadis disertai relaksasi otot rahim.

Kontraksi palsu biasanya ditandai dengan rasa nyeri yang timbul sekitar usia kehamilan 6 minggu, tetapi biasanya tidak dirasakan hingga trimester kedua atau ketiga kehamilan.

Terdapat perbedaan antara kontraksi palsu dengan kontraksi persalinan sebenarnya.

Lama kontraksi palsu bervariasi, bisa kurang dari 30 detik sampai sekitar 2 menit.

Baca juga: Kenali Tanda Kontraksi Palsu Saat Kehamilan dan Cara Meredakannya

sedangkan kontraksi asli umumnya berlangsung sekitar 30-70 detik dengan jarak antar waktu kontraksi menjadi semakin pendek.

Selain itu, kontraksi palsu terjadi tidak teratur dalam frekuensi, durasu, dan intensitas; jarang terjadi; tidak dapat diprediksi dan tidak berirama; lebih terasa tidak nyaman dibandingkan nyeri; kontraksi akan berkurang dan menghilang, lalu muncul kembali di masa yang akan datang.

Penyebab terjadinya kontraksi palsu belum diketahui secara pasti.

Namun, keadaan ini memicu wanita menjadi sangat aktif, kendung kemih penuh, aktivitas seksual, dan dehidrasi.

"Hubungi petugas kesehatan apabila kontraksi sebelum usia kehamilan 36 minggu, kontraksi berlanjut bahkan lebih sering atau intens, pendarahan pada vagina, keluar air-air, kontraksi air-air, kontraksi teratur tiap 10 menit dalam 1 jam, kontraksi hebat, gerakan janin berkurang atau 10 gerakan dalam 2 jam," jelas dr. Noviyani Sugiarto, SpOG dalam webinar, Jumat (30/10/2020).

Ternyata, kontraksi palsu memiliki beberapa manfaat, diantaranya persiapan proses persalinan atau latihan persalinan; tidak menyebabkan pembukaan serviks akan tetapu mungkin berperan dalam pelunakan serviks; dan kontraksi berperan meningkatkan aliran darah ke plasenta, sehingga dapat meningkatkan oksigenisasi janin.

Baca juga: Persiapan Kesehatan Reproduksi Sebelum Menikah

Jika calon ibu mengalami kontraksi palsu dapat meredakannya dengan cara mengubah posisi atau tingkat aktivitas.

Dalam hal ini jika calon ibu sangat aktif, berbaringlah.

Apabila terlalu lama duduk, sedikit berjalan-jalan.

Selanjutnya yaitu dengan tidur dengan posisi miring ke kiri; relaksasi dengan menghirup napas dalam, minum susu, atau teh hangat.

Bersantai dengan cara mandi air hangat (30 menit), pijat, membaca buku, mendengarkan musik atau tidur siang.

Minum air untuk drehidrasi; dan buang air kecil apabila kandung kemi dirasa penuh.

(Tribunnewswiki/Noviana Windri Rahmawati)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved