Peran OJK di Tengah Pandemi

OJK Regional 8 Bali dan Nusra menggelar seminar online NGORTE (Ngobrol Ringan dan Santai untuk Edukasi).

TribunBali.com/Noviana Windri Rahmawati
Seminar online NGORTE (Ngobrol Ringan dan Santai untuk Edukasi) bertajuk 'Peran OJK di Masa Pandemi', Selasa (27/10/2020). 

TRIBUN-BALIWIKI.COM, DENPASAR - OJK Regional 8 Bali dan Nusra menggelar seminar online NGORTE (Ngobrol Ringan dan Santai untuk Edukasi) bertajuk 'Peran OJK di Masa Pandemi', Selasa (27/10/2020).

Dengan pembicara I Gusti Agung Rai Wirajaya, Komisi XI DPR RI dan Giri Tribroto, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusra.

Giri Tribroto, Kepala OJK Regional 8 menjelaskan OJK mengeluarkan beberapa kebijakan di masa pandemi secara Pre-emptive policies.

Salah satunya yang paling mempengaruhi hingga saat ini adalah POJK No.11/2020 tentang Restrukturisasi Kredit hingga akhirnya diterbitkan Perpu No.1/2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Keuangan.

"Intinya mengatur kewenangan lembaga keuangan yang tergabung dalam KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan) seperti Pemerintah, BI, OJK, dan LPS. Itu diberikan beberapa tambahan kewenangan. Contohnya OJK dapat mengeluarkan perintah tertulis untuk melakukan penggabungan, peleburan, dan konsolidasi kepada jasa keuangan," jelasnya.

Baca juga: Wimas Putri Rilis Single Debut Ada Karena Cinta

Terdapat 3 tujuan utama kebijakan OJK di masa pandemi.

Yaitu untuk menjaga stabilitas dan optimalnya peran sektor jasa keuangan diantaranya menerapkan pemanfaatan restrurisasi Covid-19 tidak sebagai pemburukan kualitas kredit CKPN; penundaan pemberlakuan standar Basel IIII; Peniadaan kewajiban pemenuhan Capital Conservation Buffer, dll.

Kedua, memberikan kemudahan bagi jasa sektor keuangan diantaranya relaksasi batas penyampaian pelaporan; pengawasan dan penyampaian laporan menggunakan sistem informasi; E-RUPS - RUPS dapat dilakukan dengan media elektronik sebagai solusi RUPS di masa pembatasan sosial, dll.

Ketiga, meredam volatilitas pasar keuangan diantaranya program restrukturisasi perbankan, perusahan pembiayaan, dan LKM; relaksasi penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain; dll.

"OJK berusaha mendorong industri jasa keuangan adaptif dalam memberikan pelayanan pada masyarakat melalui digitalisasi. Digitalisasi dilakukan untuk merespon perubahan gaya hidup masyarakat dan proses bisnis di berbagai sektor yang sudah go digital. OJK juga mendorong UMKM untuk memanfatkan teknologi digital dalam melaksanakan transaksi bisnisnya," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved