Human Interest Story

Dari Pengusaha Properti Sampai Bupati Buleleng, Inilah Kisah Inspiratif Putu Agus Suradnyana

PAS mulanya berkeinginan untuk kuliah di jurusan Kedokteran, Universitas Udayana, namun tidak diterima.

Editor: Dwisuputra

"Saya beberapa kali ditawari menjadi Wakil Gubernur Bali, berpasangan dengan Cok Ratmadi hingga Puspayoga. Tapi karena berbagai pertimbangan di partai, akhirnya batal. Keringat saya dipartai juga saat itu belum seberapa. Akhirnya saya direkomendasikan untuk maju sebagai Bupati Buleleng," jelasnya.

Selama menjadi Bupati Buleleng,  PAS mengaku melakukan banyak hal.

Mulai dari memacu kinerja para pimpinan OPD dan membangun sejumlah infrastruktur jalan di desa-desa.

"Hasilnya kan bisa dilihat, Buleleng beberapa kali menerima WTP. Masyarakat Buleleng juga saat ini lebih tertib. Preman-preman saya rangkul dengan baik,  kami ajak berdiskusi dengan baik sampai akhirnya mereka berhasil jadi pemerhati lingkungan di desanya sendiri," kata PAS.

Melihat sisa jabatannya sebagai Bupati tersisa lagi dua tahun, PAS pun mengaku saat ini dirinya akan lebih fokus menjaga lingkungan Buleleng, dan tetap mempertahankan wilayah pertanian dan perkebunannya.

"Awal-awal jadi Bupati saya gencar melakukan pembangunan. Short cut itu ide saya, belum lagi nanti ada bandara. Sekarang tugas saja tinggal menjaga lingkungan jangan sampai rusak. Buleleng juga harus tetap menjaga wilayah pertanian dan perkebunannya," ujarnya.

Sementara apabila jabatannya sebagai bupati habis, PAS pun mengaku kedepan dirinya akan fokus menjalankan bisnis yang telah ia bangun sejak masih berusia 20 tahun.

"Selama jadi bupati ini hanya 40 persen bisnis yang bisa saya kerjakan. Sementara 60 persen sisanya ditinggalkan. Mudah-mudahan yang menggantikan saya kedepan juga bisa paham dengan lingkingan, arah perkemgangan ekonomi, serta mendistribusikan kesejahteraan dengan baik. Demokrasi buat se transparan mungkin," tutupnya.

Koleksi Mobil Volkswagen hingga Gemar Memasak

Hingga saat ini, PAS mengaku memiliki koleksi mobil Volkswagen (VW)  yang jumlahnya mencapai 20an unit.

Mobil-mobil itu ia beli dengan harga murah, lalu dipoles dibengkel khusus yang ia didik sendiri.

"Saya beli dengan harga murah, ada bengkel tidak punya modal saya bantu. Saya ajari caranya moles dan ngecat, sampai akhirnya bengkel biasa itu jadi lebih profesional hingga bisa nerima orderan ngecat Hartop. Saya memang senang sekali dengan otomotif, bukan sombong. Koleksi-koleksi saya semua barang jadul. Saya mampu beli dari uang pribadi karena kerjaan saya banyak," terangnya.

PAS juga menuturkan terkait kegemarannya dalam memasak.

Bahkan, setiap Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri hingga para menteri datang ke Buleleng, PAS lah yang menyajikan makanan khusus untuk mereka.

"Masakan saya selalu pakai bumbu bali, base genep. Masak itu kegiatan saya setiap hari. Jam 4 subuh saya bangun, bikin kopi sendiri dan masak sendiri. Masak untuk Ibu Mega itu wujud pengabdian saya kepada beliau. Orang hebat mau makan masakan kita kan bangga ya. Kunci memasak harus konsiten dengan bumbu," jelasnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved