Sehari Pasca Libur Panjang Kasus Covid-19 Turun, Kadiskes Bali: Efek Liburan Dilihat Dalam 1 Minggu

Berdasarkan data per Senin (2/10/2020), jumlah komulatif pasien positif 11.846 atau bertambah sebanyak 39 orang.

TribunBali.com/Noviana Windri Rahmawati
Kadiskes Bali, Ketut Suarjaya saat ditemui Tribun Bali usai menghadiri Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Rabu (28/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sehari pasca libur panjang cuti bersama dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, tren kasus pasien positif di Bali menurun.

Berdasarkan data per Senin (2/10/2020), jumlah komulatif pasien positif 11.846 atau bertambah sebanyak 39 orang.

Sedangkan pada Minggu (1/11/2020), jumlah komulatif pasien positif jumlah kumulatif pasien positif 11.807 bertambah 43 orang.

"Semoga pertanda baik. Efek liburan baru bisa dilihat dalam 1 minggu ini. Semoga melandai," ungkap Kadiskes Bali, Ketut Suarjaya saat dihubungi Tribun Bali, Senin (2/11/2020).

Saat ditanya jika kasus positif meningkat dalam seminggu ke depan, pihaknya hanya mengatakan mengatakan untuk pasien tidak bergejala dan bergejala ringan di isolasi di tempat karantina yang disiapkan pemerintah.

Sedangkan untuk pasien bergejala sedang sampai berat akan dirawat di Rumah Sakit.

Baca juga: Update Covid-19 Bali 2 November, Kasus Positif Bertambah 39, Sembuh 85, Meninggal 2

"Mudah-mudahan semua tetap disiplin. Bagus ini sudah luar biasa sehingga trennya sudah mulai melandai," tutupnya.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali hari ini mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 terus naik.

Hari ini total pasien yang sembuh sebanyak 10.766 orang yang artinya bertambah 85 orang.

Hari ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat kasus meninggal bertambah 2 orang.

Diketahui dari Tabanan 1 orang, Bangli 1 orang.

Data mencatat total meninggal 391 pasien Covid-19.

Pasien dalam perawatan berkurang 48 orang saat ini masih sebanyak 689 orang dirawat.

Sebanyak 389 kasus meninggal di antaranya berasal dari Jembrana 11 orang, Tabanan 35 orang, Badung 45 orang, Denpasar 76 orang, Gianyar 68 orang, Bangli 34 orang, Klungkung 16 orang, Karangasem 50 orang, Buleleng 54 orang, dan WNA 2 orang.

Sedangkan untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering).

Baca juga: Lelaki Lebih Rentan Terkena Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Dokter

Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana dan kapan saja.

Melihat perkembangan pandemi ini, maka Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, Tentang Penerapan Disipli dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 19.

Yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

Besaran denda yang diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali mengajak masyarakat untuk mendukung upaya Pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, dimana saja, kapan saja.

Ikuti kami di
Penulis: Noviana Windri Rahmawati
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved